Equityworld_Medan Equityworld Futures Medan : Sekira 330 juta kepala keluarga tinggal di seluruh dunia menempati rumah tidak layak huni. Biaya untuk mendapatkan rumah memang sangat mahal. Alhasil, tak jarang mereka mengabaikan kebutuhan pokok lainnya, seperti makanan dan kesehatan.

Penduduk perkotaan bisa mengeluarkan lebih dari USD650 miliar per tahun untuk membangun rumah. Nilai ini sekira 1 persen dari produk domestik bruto (PDB) dunia. Demikian diungkapkan oleh McKinsey, dilansir dari CNBC, Selasa (28/10/2014).

Lebih dari dua pertiga kesenjangan tersebut terkonsentrasi di 100 kota-kota besar. Di beberapa kota berpenghasilan rendah seperti Lagos dan Mumbai. Kesenjangan perumahan bahkan mencapai 10 persen dari PDB di negara tersebut.

Studi yang dilakukan oleh McKinsey ini melihat biaya perumahan sebagai bagian dari pendapatan rumah tangga di kota-kota di seluruh dunia untuk menentukan di mana penduduk perkotaan yang sebagian besar berada di bawah tekanan keuangan.

Penelitian ini menunjukkan biaya perumahan menjadi tidak terjangkau ketika nilainya lebih besar dari 30 persen dari pendapatan rumah tangga.

Berdasarkan tren saat ini dalam migrasi ke kota dan pertumbuhan pendapatan yang ada, kesenjangan perumahan yang terjangkau akan segera tumbuh menjadi 440 juta orang, bahkan 1,6 miliar orang dalam satu dekade ke depan.

(rzy)