Equityworld_MedanEquityworld Futures Medan : Kemarin, Presiden Indonesia ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi istrinya Ani Yudhoyono dan putranya Edi Baskoro Yudhoyono atau Ibas, meninggalkan Istana Merdeka. Kepergian SBY diantar langsung Presiden Indonesia ke tujuh Joko Widodo serta Ibu Negara Iriana. Para menteri kabinet Indonesia Bersatu juga turut mengiringi langkah SBY menuju pintu gerbang istana.

Wajah SBY sendu, begitupun Ibu Ani dan Ibas yang sudah menitikkan air mata. Mereka tak menyangka antusias masyarakat begitu besar melepas kepergiannya. SBY berkali-kali mengucapkan terima kasih, dan menitikkan air mata. Sesaat sebelum meninggalkan istana atau tepatnya saat penyambutan presiden Joko Widodo, SBY sudah menyampaikan permohonan pamit di hadapan tamu undangan.

“Saya akan mohon diri, pamit, meninggalkan tempat dan kantor yang saya gunakan dan pemerintahan yang saya pimpin selama ini,” kata SBY.

Istana Negara dan Istana Merdeka menjadi rumah sekaligus kantor SBY selama 10 tahun memimpin Indonesia. Dari sini lahir segala kebijakan yang berkaitan dengan persoalan negeri yang dihuni hampir 240 juta jiwa ini.

SBY sendiri mengakui, tidak semua kebijakan sesuai dengan harapan banyak rakyat Indonesia. Itu disampaikannya saat rapat kabinet terakhir, Kamis (16/10). SBY meminta maaf jika selama memimpin Indonesia 10 tahun terakhir, ada kata yang kurang berkenan. Dia meminta maaf pula barangkali ada hal yang belum tercapai selama di pemerintahannya.

“Barangkali ada yang berkata apa yang kurang, apa yang belum saya lakukan dan masing-masing akan menemukan itu. Ajakan saya tidak perlu kita sesali apa yang kita lakukan. Karena kita yakin we have done our best, cuma masalahnya kerap rumit dan kompleks,” ujarnya.

SBY meminta maaf jika selama ini kebijakannya belum dianggap yang terbaik untuk rakyat.

“Saya juga meminta maaf selaku presiden selaku kepala negara dan pemerintahan. Selaku manajer pembangunan ini, dan pemerintahan jika ada yang belum dapat saya lakukan sebagaimana yang saudara harapkan, saya tentu sebagaimana saudara sendiri berbuat yang terbaik, selalu ada keterbatasan kekurangan,” katanya.

Meski begitu, SBY tetap dianggap berjasa bagi Republik ini. Pujian pun mengalir jelang detik-detik lengsernya SBY. Netizen di jejaring sosial ramai-ramai memberikan apresiasi atas pengabdian SBY dengan hastag #MakasihSBY. Pujian juga datang dari anak buah dan kolega SBY.

Salah satunya mantan wakil menteri ESDM Susilo Siswoutomo. Kemarin, dia melepas berdiri di pinggir jalan di depan kantornya untuk melepas kepergian SBY menuju gedung DPR. Dia menilai SBY berhasil menciptakan stabilitas ekonomi dan politik Indonesia. Ini menjadi jaminan investor untuk betah berusaha di Tanah Air. “Terima kasih Pak SBY. Itu suatu fondasi yang tak bisa dihitung, makanya terimakasih Pak SBY. Saya yakin presiden baru Jokowi-Jk dengan jajarannya mampu melaksanakan melanjutkan yang baik.”

Tidak hanya mantan wamen ESDM, mantan menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan juga memuji kinerja pemerintahan SBY. Menurutnya, selama SBY memimpin negeri, Indonesia semaki diakui dimata dunia.

“Dengan 10 tahun Pak SBY memimpin, Indonesia semakin diakui dunia internasional. Banyak sahabat dari negara tetangga mengakui keberhasilan kepemimpinan Pak SBY,” ucapnya.

Merdeka.com mencatat puji-pujian atas 10 tahun kepemimpinan SBY sebagai presiden Indonesia. Berikut paparannya.

[noe]