Ada PSBB Ketat & 7 Kabar Buat Bekal Trading Hari Ini

Seorang pria mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). Bursa Efek Indonesia mencatatkan pertumbuhan investor baru di bursa yang signifikan, dimana ada penambahan lebih dari 1 juta Single Investor Identification (SID) saham, reksa dana dan obligasi sehingga total investor sudah mencapai 3,5 juta. Digitalisasi di segala platform menjadi yang terpenting dan mengedukasi masyarakat agar semakin banyak yang berminat untuk berinvestasi di pasar modal. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)PT Equityworld Futures Medan- Rencana pemerintah kembali memberlakukan kebijakan direspons negatif pelaku pasar.
Alhasil, pada perdagangan Rabu kemarin (6/1/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,16% ke level 6.065,68 poin. IHSG kemarin bahkan sempat menyentuh level di bawah 6.000 setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan kebijakan tersebut.

Data perdagangan mencatat, kemarin nilai transaksi mencapai Rp 19,49 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,53 juta kali. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 698,48 miliar.

Selain soal PSBB ketat, ada sejumlah aksi korporasi yang menjadi perhatian investor. Untuk itu, cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai transaksi pada perdagangan Kamis (7/1/2021):

1. BCA Bekukan Rekening Grab Toko

PT Bank Central Asia (BCA) mengambil tindakan cepat atas adanya dugaan penggelapan dana oleh Investor Grab Toko yang membuat konsumen belum mendapatkan barang elektronik yang dibayar. Bank swasta terbesar itu memutuskan untuk membeku rekening Grab Toko.

Dalam pengumuman resminya, BCA mengungkapkan keputusan ini sebagai respons terhadap informasi yang beredar mengenai penipuan di salah satu toko e-commerce yang salah satu rekening penerima dananya menggunakan rekening BCA.

“Dapat kami sampaikan bahwa dalam menjalankan operasional perbankan, BCA senantiasa mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. BCA telah melakukan penundaan transaksi atas rekening toko e-commerce yang bersangkutan sehingga rekening tersebut untuk sementara tidak dapat melakukan transaksi,” ungkap BCA dalam keterangan resminya, Rabu (6/1/2021).

Baca: Saat Raffi Ahmad & Ari Lasso Kompak Bantah Pom-pom Saham MCAS
2. Garuda Restrukturisasi Utang ke AP & Pertamina

Emiten maskapai BUMN, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyepakati penyelesaian proses restrukturisasi kewajiban atau utang usaha terhadap PT Angkasa Pura 1 (Persero), PT Angkasa Pura 2 (Persero) dan PT Pertamina (Persero ).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, restrukturisasi tersebut sebagai bagian dari komitmen sinergitas BUMN dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui dukungan terhadap akselerasi kinerja Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional.

“Restrukturisasi ini tentunya kami harapkan dapat menunjang upaya penyehatan kondisi finansial Garuda Indonesia khususnya melalui optimalisasi performa likuiditas Perseroan,” kata Irfan, dalam keterangan pers, Rabu (6/1/2021).

3. Dear Investor, Ini Harga IPO Widodo Makmur, Tertarik Borong?

Perusahaan yang bergerak di bisnis poultry, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan melepas sebanyak 5.923.076.900 saham baru ke publik setara dengan sebanyak-banyaknya 35% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO. Widodo Makmur Unggas menawarkan harga IPO berkisar antara Rp 142 sampai Rp 200.

Dengan harga tersebut, maka dari IPO ini, perseroan berpotensi meraih dana sebesar Rp 841,07 miliar sampai dengan Rp 1,18 triliun.

Bersamaan dengan pelaksanaan penawaran umum perdana, WMU juga akan melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA).

Baca: Momentum Meredup & PSBB Ketat Lagi, IHSG ke Bawah 6.000?
4. Usai Caplok Broker AS, Emiten Hary Tanoe Cari Duit Lagi

PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP), holding bisnis keuangan Grup MNC milik taipan Hary Tanoesoedibjo, berencana menambah modal lewat mekanisme private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan target dana hampir Rp 400 miliar.

“Dengan ini diumumkan bahwa sebagaimana telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan pada 20 Juni 2019, dalam rangka pelaksanaan PMTHMETD, perseroan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak 2.857.999.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100,” tulis manajemen BCAP, dikutip dari BEI, Rabu (6/1/2020).

Adapun jadwal pelaksanaan yakni, pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa HMETD pada 12 Januari 2021 dan pemberitahuan hasil Pelaksanaan Penambahan Modal tanpa HMETD pada 14 Januari 2021.

Rencana pemerintah kembali memberlakukan kebijakan direspons negatif pelaku pasar.
Alhasil, pada perdagangan Rabu kemarin (6/1/2021), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,16% ke level 6.065,68 poin. IHSG kemarin bahkan sempat menyentuh level di bawah 6.000 setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan kebijakan tersebut.

Data perdagangan mencatat, kemarin nilai transaksi mencapai Rp 19,49 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,53 juta kali. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp 698,48 miliar.

Selain soal PSBB ketat, ada sejumlah aksi korporasi yang menjadi perhatian investor. Untuk itu, cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai transaksi pada perdagangan Kamis (7/1/2021):

1. BCA Bekukan Rekening Grab Toko

PT Bank Central Asia (BCA) mengambil tindakan cepat atas adanya dugaan penggelapan dana oleh Investor Grab Toko yang membuat konsumen belum mendapatkan barang elektronik yang dibayar. Bank swasta terbesar itu memutuskan untuk membeku rekening Grab Toko.

Dalam pengumuman resminya, BCA mengungkapkan keputusan ini sebagai respons terhadap informasi yang beredar mengenai penipuan di salah satu toko e-commerce yang salah satu rekening penerima dananya menggunakan rekening BCA.

“Dapat kami sampaikan bahwa dalam menjalankan operasional perbankan, BCA senantiasa mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. BCA telah melakukan penundaan transaksi atas rekening toko e-commerce yang bersangkutan sehingga rekening tersebut untuk sementara tidak dapat melakukan transaksi,” ungkap BCA dalam keterangan resminya, Rabu (6/1/2021).

2. Garuda Restrukturisasi Utang ke AP & Pertamina

Emiten maskapai BUMN, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyepakati penyelesaian proses restrukturisasi kewajiban atau utang usaha terhadap PT Angkasa Pura 1 (Persero), PT Angkasa Pura 2 (Persero) dan PT Pertamina (Persero ).

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, restrukturisasi tersebut sebagai bagian dari komitmen sinergitas BUMN dalam mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional, khususnya melalui dukungan terhadap akselerasi kinerja Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional.

“Restrukturisasi ini tentunya kami harapkan dapat menunjang upaya penyehatan kondisi finansial Garuda Indonesia khususnya melalui optimalisasi performa likuiditas Perseroan,” kata Irfan, dalam keterangan pers, Rabu (6/1/2021).

3. Dear Investor, Ini Harga IPO Widodo Makmur, Tertarik Borong?

Perusahaan yang bergerak di bisnis poultry, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) akan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perseroan melepas sebanyak 5.923.076.900 saham baru ke publik setara dengan sebanyak-banyaknya 35% dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO. Widodo Makmur Unggas menawarkan harga IPO berkisar antara Rp 142 sampai Rp 200.

Dengan harga tersebut, maka dari IPO ini, perseroan berpotensi meraih dana sebesar Rp 841,07 miliar sampai dengan Rp 1,18 triliun.

Bersamaan dengan pelaksanaan penawaran umum perdana, WMU juga akan melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA).

4. Usai Caplok Broker AS, Emiten Hary Tanoe Cari Duit Lagi

PT MNC Kapital Indonesia Tbk. (BCAP), holding bisnis keuangan Grup MNC milik taipan Hary Tanoesoedibjo, berencana menambah modal lewat mekanisme private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan target dana hampir Rp 400 miliar.

“Dengan ini diumumkan bahwa sebagaimana telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan pada 20 Juni 2019, dalam rangka pelaksanaan PMTHMETD, perseroan bermaksud untuk menerbitkan sebanyak 2.857.999.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100,” tulis manajemen BCAP, dikutip dari BEI, Rabu (6/1/2020).

Adapun jadwal pelaksanaan yakni, pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa HMETD pada 12 Januari 2021 dan pemberitahuan hasil Pelaksanaan Penambahan Modal tanpa HMETD pada 14 Januari 2021.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan