Ada Tekanan di Bursa Asia, Hang Seng & Shanghai di Zona Merah

foto : Reuters

PT Equityworld Futures Medan-Bursa Asia dibuka beragam cenderung menguat pada perdagangan Kamis (25/8/2021), di tengah kembali menguatnya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (24/8/2021) waktu setempat, di mana sentimen positif masih mendominasi pasar keuangan global pada hari ini.
Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,26%, Straits Times Singapura bertambah 0,26%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,39%.

Sementara untuk indeks Hang Seng Hong Kong dan Shanghai Composite China dibuka melemah pada hari ini. Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,36% dan Shanghai terkoreksi 0,22%.

Dari Korea Selatan, bank sentral Negeri Ginseng (Bank of Korea/BoK) memutuskan untuk menaikan suku bunga acuannya periode Agustus menjadi 0,75%, dari sebelumnya periode Juli di level 0,5%.

Hal ini sesuai dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan BoK akan menaikkan suku bunga dan menjadikannya negara maju pertama yang menaikan suku bunga acuannya di era pandemi virus corona (Covid-19).

“Situasi virus di Korea Selatan telah memburuk sejak pertemuan bank sentral pada Juli lalu, ketika memberikan sinyal kuat bahwa pengetatan akan segera terjadi,” tulis Capital Economics dalam catatan, dikutip dari CNBC International.

“Namun, ekonomi Korea Selatan menjadi semakin tangguh terhadap wabah, karena sektor bisnis telah belajar untuk hidup berdampingan dengan virus,” ujar Capital Economics, menambahkan bahwa melonjaknya utang rumah tangga dan kenaikan harga rumah menambah masalah stabilitas keuangan.

Bursa Asia kembali cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street yang kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat.

Beralih ke Negeri Paman Sam, bursa Wall Street kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/8/2021) waktu setempat. Ketiga indeks utama bursa AS sudah serentak menguat sejak Senin (23/8/2021) lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 0,11% ke level 35.405,5, S&P 500 menguat 0,22% ke 4.496,19, dan Nasdaq Composite bertambah 0,15% ke posisi 15.041,86. Indeks Nasdaq lagi-lagi berhasil menguat ke rekor penutupan tertinggi baru pada Rabu kemarin.

Kenaikan indeks utama AS terjadi seiring minimnya katalis negatif dan investor masih akan menanti gelaran Simposium Jackson Hole mendatang untuk mendapatkan petunjuk soal kapan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mulai melakukan untuk pengetatan kebijakan moneternya.

“Berita positif tentang persetujuan vaksinasi, dan harapan bahwa The Fed tidak akan mengejutkan pasar di Jackson Hole, membantu menjaga harga ekuitas lebih tinggi,” kata David Carter, kepala investasi di Lenox Wealth Advisors di New York kepada Reuters.

Imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS (Treasury) yang meningkat mendorong sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga dan sektor-sektor yang paling diuntungkan dari kebangkitan ekonomi, seperti saham small caps, chip dan transportasi.

Yield Treasury acuan bertenor 10 tahun naik setinggi 1,352% pada hari Rabu, mencapai level tertinggi sejak awal bulan ketika berada di posisi 1,364%.

Akhir-akhir ini pasar telah didorong oleh tanda-tanda bahwa kasus Covid-19 varian Delta bisa memuncak. Tom Lee dari Fundstrat mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien Selasa malam bahwa yang terburuk mungkin ada di belakang kita, mengutip tingkat kasus positif yang turun di Florida dan Texas.

“Irama data yang masuk telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, yang paling menonjol adalah puncak kasus Covid-19 di sejumlah negara bagian,” jelas Lee.

Di lain sisi, Johnson & Johnson (J&J) mengatakan pada Rabu kemarin bahwa suntikan penguat (booster) vaksin Covid-19 menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis tahap awal, secara signifikan meningkatkan antibodi penangkal virus.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan