Member of Jakarta Future Exchange | Member of Indonesia Derivatives Clearing House

Aksi Ambil Untung Landa Bursa Asia, Mayoritas Merah •
A woman walks past an electronic board showing Hong Kong share index outside a local bank in Hong Kong, Monday, April 1, 2019. Shares have surged in Asia following a bullish Friday on Wall Street, where the benchmark S & P 500 logged its biggest quarterly gain in nearly a decade. (AP Photo/Vincent Yu)
Bursa Asia Teruskan Pelemahan

PT Equityworld Futures Medan- Mayoritas bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan Rabu (17/11/2021), di tengah menguatnya kembali bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (16/11/2021) waktu AS, didukung oleh data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan.
Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,3%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,25%, Straits Times Singapura turun 0,17%, dan KOSPI Korea Selatan merosot 0,81%.

Sedangkan untuk indeks Shanghai Composite China dibuka naik tipis 0,03% pada perdagangan pagi hari ini.

Dari Jepang, pertumbuhan ekspor Negeri Sakura terpantau melambat dan menghentikan ekspansi dua digit selama tujuh bulan terakhir pada Oktober lalu, karena melambatnya distribusi pengiriman mobil ke Amerika Serikat (AS) dan China, menyoroti risiko bagi ekonomi yang bergantung pada ekspor dari kendala pasokan global.

Kementerian Keuangan Jepang melaporkan ekspor Jepang pada bulan lalu hanya naik 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih rendah dari pertumbuhan ekspor pada September lalu yang naik 13%.

Angka ini juga sedikit di bawah perkiraan median pasar dalam survei Reuters yang naik 9,9%.

Pertumbuhan ekspor yang melambat menunjukkan kerentanan Jepang terhadap gangguan rantai pasokan yang sangat mengganggu industri mobil dan telah mengaburkan prospek permintaan luar negeri.

Berdasarkan wilayah, ekspor ke China, mitra dagang terbesar Jepang meningkat 9,5% dalam 12 bulan terakhir hingga Oktober, melambat dari 10,3% di bulan September karena pengiriman mobil ke negara itu turun 46,8%.

Sementara untuk pengiriman ke AS, hanya tumbuh 0,4% pada Oktober, juga dibebani oleh penurunan ekspor mobil, yang turun 46,4%.

Adapun impor Negeri Sakura tercatat naik 26,7% pada Oktober, juga lebih lambat dari kenaikan impor pada September lalu yang naik 38,6%.

Sementara itu di China, saham raksasa teknologi China, Baidu akan merilis kinerja keuangannya pada kuartal ketiga tahun 2021 pada hari ini.

Pergerakan pasar saham Asia pada hari ini cenderung berlawanan dengan pergerakan pasar saham AS pada perdagangan Selasa kemarin waktu setempat, ditopang oleh data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkiraan.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,15% ke level 36.142,219, S&P 500 terapresiasi ke posisi 4.700,97, dan Nasdaq Composite melesat ke 15.973,86.

Data penjualan ritel AS periode Oktober yang dirilis kemarin turut mendongkrak kinerja Wall Street. Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel di bulan Oktober tumbuh hingga 1,7%, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,8% dan lebih tinggi dari ekspektasi Dow Jones sebesar 1,5%.

Sementara itu, penjualan ritel inti yang tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan juga tumbuh 1,7%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 0,7%, dan ekspektasi 1%. Data penjualan ritel tersebut menunjukkan perekonomian AS masih berada pada jalur pemulihan, di tengah inflasi yang tinggi.

“Pendorong utama inflasi sepertinya masih akan bertahan, tetapi perkiraan dasar kami adalah tidak akan memperberat pemulihan yang kita nantikan,” tulis Paul Christopher, Kepala Perencana Pasar Global Wells Fargo Investment Institute, seperti dikutip CNBC International.

Di lain sisi, perusahaan jaringan department store asal AS, Walmart mengawali pekan dengan laba bersih dan pendapatan kuartal III-2021 yang melampaui estimasi, dengan kenaikan penjualan pada toko yang sama (same store sales) lompat 9,2%. Perseroan juga mendongkrak target laba bersih per saham akhir tahun menjadi US$ 6,4.

Saham Walmart sempat menguat di awal perdagangan, tetapi berbalik melemah 2,5% di akhir yang membebani indeks Dow Jones.

Di sisi lain, saham serupa yakni Home Depot melesat 5,7%, setelah melaporkan lompatan penjualan pada kuartal III-2021 sebesar 9,8%

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan