Alamak! Harga Emas Antam Nyungsep ke Level Terendah 8 Bulan

Harga Emas Dunia Kehilangan Kemilau Gara-gara Hal Ini - Bisnis Liputan6.comPT Equityworld Futures Medan- Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas nyungsep hingga ke level terendah dalam 8 bulan terakhir pada perdagangan Selasa (9/3/2021). Ambrolnya harga emas dunia menjadi pemicu penurunan harga emas Antam.
Emas batangan satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 915.000/batang, turun Rp 9.000 atau 0,97%, berdasarkan data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 21 Juli 2020 lalu.

Sementara itu satuan 100 gram yang biasa dijadikan acuan merosot 1,05% ke Rp 85.712.000/batang atau Rp 857.120/gram.

Emas Batangan    Harga per Batang    Harga per Gram
0,5 Gram        Rp 507.500    Rp 1.015.000
1 Gram        Rp 915.000    Rp 915.000
2 Gram        Rp 1.770.000    Rp 885.000
3 Gram        Rp 2.630.000    Rp 876.667
5 Gram        Rp 4.350.000    Rp 870.000
10 Gram        Rp 8.645.000    Rp 864.500
25 Gram        Rp 21.478.000    Rp 859.120
50 Gram        Rp 42.895.000    Rp 857.900
100 Gram        Rp 85.712.000    Rp 857.120
250 Gram        Rp 214.015.000    Rp 856.060
500 Gram        Rp 427.820.000    Rp 855.640
1000 Gram    Rp 855.600.000    Rp 855.600
Harga emas dunia awal pekan kemarin merosot 1,15% ke US$ 1.681,24/troy ons, yang merupakan level terendah sejak awal Juni 2020 lalu.

Jebloknya harga emas dunia terbilang menarik, sebab stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) yang membawa emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun lalu, kini tidak kelihatan (atau belum kelihatan) efeknya.

Stimulus fiskal di AS senilai US$ 1,9 triliun akan cair di pekan ini. Nilai stimulus tersebut merupakan yang terbesar kedua sepanjang sejarah, sedikit di bawah rekor tertinggi US$ 2 triliun yang digelontorkan Maret tahun lalu oleh pemerintah AS di bawah Presiden ke-45 Donald Trump.

Stimulus fiskal merupakan salah satu bahan bakar utama yang membawa emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada bulan Agustus lalu. Rekor harga emas dunia US$ 2.072.49/troy ons dicapai pada 7 Agustus 2020.

Baca: Ada DP 0%-Diskon PPN, kok Pebisnis Properti Masih Pesimistis?
Namun, stimulus kali ini emas masih sulit untuk merangkak naik, apalagi melesat. Ada “duet maut” dari sisi fundamental yang membuat emas tidak berdaya.

Dengan cairnya stimulus tersebut artinya jumlah uang yang beredar di perekonomian AS akan bertambah, dan secara teori dolar AS akan melemah.

Tetapi nyatanya, indeks dolar AS malah melesat sejak pekan lalu. Indeks yang mengukur kekuatan dolar AS tersebut kemarin menguat 0,37% ke 92,313, level tertinggi sejak November 2020 lalu.

Emas dunia yang dibanderol dengan dolar AS akan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya ketika the greenback menguat. Sehingga permintaan berisiko menurun, begitu juga dengan harganya.

Selain itu, dengan cairnya stimulus tersebut maka laju pemulihan ekonomi AS akan terakselerasi, dan inflasi berisiko melesat. Alhasil yield obligasi (Treasury), terus menanjak.

Kemarin, yield Treasury AS tenor 10 tahun naik 4 basis poin ke 1,594%, masih berada di level tertinggi dalam satu tahun terakhir, atau sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemi, dan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) belum
Treasury sama dengan emas merupakan aset aman (safe haven). Bedanya Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tanpa imbal hasil. Dengan kondisi tersebut, saat yield Treasury terus menanjak maka akan menjadi lebih menarik ketimbang emas. Alhasil, kenaikan yield membuat emas dunia tertekan.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan