Ambil Sikap Hati-hati, Harga Bitcoin Cs Cuma Naik Segelintir

Infografis/Jangan Asal Beli, kenali Dulu 3 Mata Uang Kripto yang sedang Booming/Aristya Rahadian

PT Equityworld Futures Medan-Harga mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar kembali diperdagangkan di zona hijau pada perdagangan Selasa (5/10/2021) pagi waktu Indonesia, melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (4/10/2021) kemarin
Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:05 WIB, dari kedelapan kripto berkapitalisasi pasar terbesar () non-stablecoin, hanya koin digital cardano, solana, dan polkadot yang diperdagangkan di zona merah pada pagi hari ini.

Cardano terpantau melemah 0,76% ke level harga US$ 2,2/koin atau setara dengan Rp 31.383/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.265/US$), solana merosot 1,39% ke level US$ 166,59/koin atau Rp 2.376.406/koin, dan polkadot terkoreksi 1,05% ke US$ 31,22/koin (Rp 445.353/koin).

Sedangkan sisanya kembali diperdagangkan di zona hijau pada pagi hari ini. Bitcoin melesat 3,05% ke level harga US$ 49.269,19/koin atau Rp 702.824.995/koin, ethereum menguat 0,38% ke level US$ 3.389,18/koin (Rp 48.346.653/koin).

Berikutnya binance coin tumbuh 0,96% ke US$ 426,23/koin atau Rp 6.080.171/koin, ripple naik 0,21% ke US$ 1,05/koin (Rp 14.978/koin), dan dogecoin meroket 8,58% ke level US$ 0,2396/koin (Rp 3.418/koin).

Kripto
Mayoritas kripto kembali diperdagangkan di zona hijau pada hari ini, di tengah pelemahan pasar saham global seiring kembali memburuknya sentimen pasar pada hari ini.

Namun, penguatan kripto terutama kripto big cap pada pagi hari ini masih cenderung menguat tipis-tipis seperti pada perdagangan Senin kemarin.

Hal ini karena beberapa trader masih memasang sikap hati-hati terkait masih adanya sentimen dari tindakan keras otoritas di beberapa negara terhadap cryptocurrency.

Pada Minggu (3/10/2021), Nikkei melaporkan bahwa otoritas pajak Jepang melakukan audit skala besar terhadap beberapa individu.

Sementara itu pada akhir bulan ini, Departemen Keuangan AS diperkirakan akan merilis laporan riset stablecoin yang dapat merekomendasikan peraturan seperti bank untuk penerbitan stablecoin.

Di lain sisi, beberapa analis kripto sedang menunggu Komisi Sekuritas dan Pertukaran Amerika Serikat (AS) atau US Securities and Exchange Commission (SEC) untuk menyetujui produk bitcoin exchange-traded fund (ETF) yang diperdagangkan di bursa bitcoin.

Meskipun Komisaris SEC, Gary Gensler menyatakan kembali preferensinya untuk ETF bitcoin yang didukung berjangka pada pekan lalu, namun beberapa analis mengharapkan persetujuan oleh regulator yang dapat memicu reli kripto pada akhir tahun.

Bitcoin melanjutkan penguatannya pada pagi hari ini, karena para pembeli berusaha untuk mendorong bitcoin menuju level harga US$ 50.000 untuk pertama kalinya sejak awal September lalu. Para trader tampaknya mulai keluar dari posisi jual.

Sementara itu di kripto big cap kedua yakni ethereum, kini mendapatkan dukungan atas bitcoin di mata investor institusional.

Harga terakhir yang dipandang terlalu tinggi, mendorong investor untuk mencari opsi investasi kripto lain untuk mendapatkan eksposur.

Kasus penggunaan Ethereum di dunia nyata yang berkembang juga telah membantu memajukan kasusnya sebagai investasi kripto pilihan bagi investor institusional.

Pertumbuhan aset kripto berbasis desentralized finance (DeFi) tersebut berfungsi sebagai argumen yang meyakinkan investor bahwa Ethereum menyediakan opsi investasi yang lebih baik daripada bitcoin. Dan tampaknya investor institusional juga memercayai hal ini.

CryptoCompare merilis Data Asset Management Review pada September, yang mengkonfirmasi bahwa investor institusional memang pindah dari bitcoin untuk posisi yang lebih menguntungkan di Ethereum

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan