Ambruk Parah! Harga Emas Antam Kini di Level Terendah 6 Bulan

Hasil gambar untuk emas antamPT Equityworld Futures Medan- Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam ambruk pada perdagangan Jumat (5/2/2021) hingga ke level terendah dalam lebih dari 6 bulan terakhir. Ambrolnya harga emas dunia menjadi pemicu merosotnya harga emas Antam.
Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan turun Rp 13.000/gram hari ini. Satuan 1 gram dibanderol Rp 930.000/US$, secara persentase ambrol 1,38%. Level tersebut juga merupakan yang terendah sejak 24 Juli 2020.

Sementara itu satuan 100 gram dijual Rp 87.212.000/batang atau Rp 872.120/gram, secara persentase turun 1,47%.

Emas Batangan    Harga per Batang    Harga per Gram
0,5 Gram    Rp 515.000    Rp 1.030.000
1 Gram    Rp 930.000    Rp 930.000
2 Gram    Rp 1.800.000    Rp 900.000
3 Gram    Rp 2.675.000    Rp 891.667
5 Gram    Rp 4.425.000    Rp 885.000
10 Gram    Rp 8.795.000    Rp 879.500
25 Gram    Rp 21.862.000    Rp 874.480
50 Gram    Rp 43.645.000    Rp 872.900
100 Gram    Rp 87.212.000    Rp 872.120
250 Gram    Rp 217.765.000    Rp 871.060
500 Gram    Rp 435.320.000    Rp 870.640
1000 Gram    Rp 870.600.000    Rp 870.600
Harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin ambrol 2,26% ke US$ 1.792,26/troy ons. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 1 Desember lalu.

Ambrolnya harga emas dunia dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar AS kemarin melesat 0,4% ke 91,529 yang merupakan level tertinggi sejak awal Desember.

Emas juga masih terus merosot meski stimulus moneter di AS masih akan longgar dalam waktu yang lama, serta stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun berpeluang segera cair.

Pada pekan lalu, The Fed di bawah komando Jerome Powell dan program pembelian aset (quantitative easing/QE) senilai US$ 120 miliar per bulan.

Sementara itu, “bisik-bisik” pengurangan nilai QE atau yang dikenal dengan tapering di akhir tahun ini, yang selama ini beredar di pasar, dibantah oleh Powell.

“Mengenai tapering, itu masih prematur. Kamu baru saja membuat panduan. Kami mengatakan kami ingin melihat kemajuan yang substansial menuju target kami sebelum kami memodifikasi panduan QE. Dan itu masih terlalu prematur untuk membahas kapan waktunya, kami harus fokus dalam kemajuan yang ingin kami lihat,” kata Powell.

Pernyataan Powell tersebut membuat “bisik-bisik” tapering di akhir tahun ini meredup.

Sebelumnya “bisik-bisik” tapering membuat emas sulit untuk menguat, kini setelah Powell mengatakan hal tersebut terlalu prematur, emas seharusnya bisa kembali menguat, tetapi hingga saat ini harga emas masih terus menurun.

Hal tersebut menunjukkan emas sedang tidak menarik saat ini.

“Minat investor (terhadap emas) sedang menurun saat ini,” kata Carsten Fritsch, analis di Commerzbank, sebagaimana dilansir Kitco, Senin (25/1/2021).

Fritsch mengatakan emas saat ini terjebak di rentang US$ 1.800/troy ons hingga US$ 1.900/troy ons, dan butuh dorongan yang besar untuk keluar dari rentang tersebut. Kini harga emas dunia sudah di bawah US$ 1.800/troy ons, artinya ada risiko berlanjutnya penurunan setelah lepas dari rentang tersebut

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan