Equityworld_MedanDolar Australia merosot di perdagangan Asia setelah investos mencatat perlambatan pertumbuhan di China, tujuan ekspor utama untuk komoditas seperti bijih besi.

AUD / USD diperdagangkan pada 0,9010, turun 0,31%, sedangkan USD / JPY diperdagangkan di 107,26, turun 0,07% dengan volume tipis karena pasar tutup di Jepang.

Data yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan bahwa produksi industri di China naik pada tingkat tahunan sebesar 6,9% pada bulan Agustus, jauh dibawah perkiraan untuk kenaikan sebesar 8,8% dan melambat dari peningkatan 9% pada bulan sebelumnya.

Investasi aset tetap, yang mencatat aktivitas konstruksi, naik 16,5% pada periode Januari-Agustus, di bawah ekspektasi untuk kenaikan sebesar 16,9% dan melambat dari 17,0% pada periode Januari-Juli.

Data yang lebih lemah dari yang diharapkan menggarisbawahi kekhawatiran tentang ekonomi China dan memicu spekulasi pembuat kebijakan di Beijing akan memperkenalkan stimulus baru untuk memenuhi target pertumbuhan pemerintah sebesar 7,5%.

Pekan lalu, dolar AS berakhir naik mingguan kesembilan berturut-turut terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat karena ekspektasi pada kenaikan suku bunga AS terus meningkatkan permintaan investor.

Sebuah studi oleh Fed San Francisco yang diterbitkan pada Senin lalu menunjukkan bahwa pejabat bank sentral melihat suku bunga dapat naik lebih cepat dari yang telah diperkirakan pasar.

The Fed diperkirakan akan memangkas program pembelian aset sebesar $ 10 miliar pada pertemuan kebijakan mendatang dan akan tetap mengakhiri program pada bulan Oktober, dan mulai menaikkan suku bunga di sekitar pertengahan-2015.

Data Jumat menunjukkan bahwa penjualan ritel AS naik pada bulan Agustus dan laporan lain menunjukkan bahwa sentimen konsumen naik ke level tertinggi 14-bulan pada bulan September menggarisbawahi pandangan bahwa pemulihan ekonomi semakin meningkat.

Yen tetap berada di bawah tekanan setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda mengatakan hari Kamis bahwa bank akan segera melonggarkan kebijakan moneter atau menerapkan langkah-langkah lain guna mencapai target inflasi 2%.

Swiss melaporkan inflasi harga produsen. Di zona euro, Bundesbank Jerman akan mempublikasikan laporan bulanan.

AS akan merilis laporan aktivitas manufaktur di Empire State dan produksi industri.