Awal Perdagangan, IHSG Berada di Dua Zona

Equityworld Futures Medan : Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di dua zona para pembukaan Rabu (8/7/2015). Pada pra pembukaan, IHSG pada zona positif namun pada pembukaan berbalik arah menjadi berada di zona negarif. Pergerakan IHSG ini mengikuti bursa saham Asia.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG naik terbatas 6,58 poin (0,13 persen) menjadi 4.912,63. Penguatan IHSG tersebut tak berlanjut pada pembukaan pukul 09.00 WIB. IHSG justru turun 2,83 poin (0,06 persen) menjadi 4.903,80. Indeks saham LQ45 turun 0,16 persen ke level 838,28. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Ada sebanyak 30 saham menghijau namun tak mampu mengangkat IHSG. Sedangkan 68 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara itu, 52 saham lainnya diam di tempat.

Di awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.912,63 dan terendah 4.897,33. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 6.994 kali dengan volume perdagangan saham 161,50 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 241,42 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham berada di zona merah kecuali sektor saham consumer goods yang naik 0,06 persen dan sektor saham infrastruktur yang menguat 0,43 persen. Sektor yang memimpim pelemahan adalah sektor aneka industri yang turun 1,14 persen dan disusul dengan sektor perkebunan yang melemah 0,78 persen.

Investor asing cenderung melakukan aksi beli. Pagi ini, investor asing melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 31 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 31 miliar.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham ATIC naik 15,71 persen ke level Rp 810 per saham, saham BOLT mendaki 7,88 persen ke level Rp 890 per saham, dan saham PYFA menanjak 6,56 persen ke level Rp 130 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham BUKK tergelincir 4,86 persen ke level Rp 880 per saham, saham MLPL melemah 4,41 persen ke level Rp 650 per saham, dan saham LEAD tergelincir 2,89 persen ke level Rp 235 per saham.

Analis Teknikal PT Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah menjelaskan, secara tren jangka menengah dan panjang IHSG masih berada dalam tren bearish, dalam jangka Pendek Pergerakan IHSG akan relatif sideways dan dengan kecenderungan akan banyak terjadi whipsaw atau false signal.

Selama IHSG tidak membuat new low melewati level terendahnya di 4.826, maka IHSG masih relatif terjaga secara jangka pendek. “IHSG dalam jangka pendek berada pada fase konsolidasi, dengan estimasi di area 4.850-5.000,” jelasnya. (Gdn/Ndw)