Equity World Medan – Laporan Kekayaan atau Wealth Report 2016 keluaran Knight Frank menunjukkan, jumlah jutawan dengan aset lebih dari 1 juta dollar AS di Indonesia saat ini sebanyak 48.500 orang.

Sepuluh tahun lalu, atau tepatnya pada 2005, kalangan dengan aset setara lebih dari Rp 13 miliar itu hanya berjumlah 10.800 orang. Hal ini berarti, jumlah jutawan di Indonesia naik lebih dari 400 persen.

Dengan aset sebesar itu, bukan tidak mungkin mereka pikir-pikir hendak putar uang di mana.

Sudah barang tentu, lembaga keuangan perbankan adalah salah satu pilihan bagi kaum berduit untuk menyimpan dan memutar uangnya. Tantangan kemudian adalah sejauh mana bank mengeluarkan jurus-jurus jitu yang mampu menarik perhatian para pemilik uang tersebut.

Digitalisasi yang memudahkan nasabah adalah bentuk kekinian. Dengan cara ini, seseorang tak perlu bersusah payah datang ke bank hanya untuk mendaftarkan diri sebagai nasabah. Lewat bantuan kemajuan teknologi, hal seperti itu cukup dituntaskan dengan sentuhan jari pada ponsel pintar.

Salah satu yang bisa ditawarkan pula adalah kemudahan layanan perbankan 24 jam. Layanan itu harus tercakup dalam program digitalisasi.

Di sisi lain, bank juga menyiapkan tawaran-tawaran untuk membiakkan duit pada investasi-investasi menarik. Mulai dari saham-saham besar, emas, hingga obligasi. Jaminan itu juga berupa keamanan investasi. Perbankan pun menyiapkan riset pasar terkini untuk pengembangan investasi.

Selain itu, kemudahan dalam mengakses layanan wealth management, seperti yang dijalankan DBS, juga menjadi syarat penting dalam mengelola dana kaum kaya.

Bank asal Singapura ini menetapkan bahwa wealth management terbuka lebar bagi nasabah berdana Rp 500 juta melalui DBS Treasures. Namun, di luar itu, DBS juga memiliki wealth management dengan dana mulai dari Rp 50 juta, seperti program DeposiGO.

Bola kini ada di tangan Anda untuk kian menambah penuh pundi-pundi keuangan.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Lowongan Kerja Terbaru2017