Bergairah Lagi! Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 861.000/gram

Bergairah Lagi! Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 861.000/gramPT Equityworld Futures Medan- Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Kamis ini (14/5/2020) naik 0,23% atau sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 861.000/gram dari perdagangan Rabu kemarin di level Rp 859.000/gram.

Sebelumnya pada perdagangan kemarin, harga emas Antam naik 0,59% sebesar Rp 5.000 dari posisi harga Selasa yakni Rp 854.000/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram menguat 0,23% berada di Rp 86,1 juta dari harga kemarin Rp 85,9 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Kamis ini (14/5/2020) naik Rp 2.000 menjadi Rp 910.000/gram setelah menguat Rp 5.000 ke Rp 908.000/gram pada hari Rabu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga naik 0,37% atau Rp 3.000 ditetapkan pada Rp 815.000/gram, dari posisi kemarin Rp 812.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Kenaikan harga emas Antam seiring dengan penguatan harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Rabu kemarin (Kamis pagi waktu Indonesia) sebesar US$ 13,15 atau 0,77% menjadi US$ 1.715,29/troy ons setelah menguat 0,36% pada perdagangan sebelumnya, mengacu data Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Juni ditutup naik US$ 9,60 atau 0,6% pada US$ 1.716,40/troy ons setelah naik US$ 8,80, atau sekitar 0,5%, pada $ 1,706.80/troy ons, melansir dari RTTNews.

Penguatan harga emas dunia kemarin karena meningkatnya kekhawatiran tentang kemungkinan resesi yang semakin dalam mendorong para pelaku pasar untuk mencari aset safe haven.

Dalam webcast yang diselenggarakan oleh Peterson Institute for International Economics dan dilansir RTTNews, Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell mengatakan tentang prospek ekonomi AS.

Powell memperingatkan krisis virus corona menimbulkan kekhawatiran jangka panjang yang dapat mengakibatkan periode pertumbuhan produktivitas yang rendah dan pendapatan yang stagnan.

Powell hampir mengesampingkan prospek suku bunga negatif, tetapi mengatakan bank sentral akan menggunakan langkah-langkah lain untuk mendukung perekonomian.

Dia mengatakan prospek ekonomi AS adalah “sangat tidak pasti dan tunduk pada risiko penurunan yang signifikan” dan menambahkan bahwa Kongres AS mungkin harus memberikan stimulus tambahan untuk mencoba dan mencegah kerusakan ekonomi jangka panjang.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan