Equity World Medan – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia ( BEI) Tito Sulistio berkesempatan untuk mengunjungi kantor Dubai Financial Market (DFM) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (29/10/2017).

Satu hal yang unik di Dubai, hari mulai bekerja bukan hari Senin, tetapi hari Minggu. Sementara weekend digeser di Jumat dan Sabtu. Dengan demikian, DFM jadi satu-satunya bursa di dunia yang buka di hari Minggu.

Sepanjang hari, bursa ini hanya buka 4 jam saja. DFM merupakan satu-satunya bursa saham syariah secara end to end, artinya semua prosesnya berlandaskan syariah.

Di dalam kantor DFM, pihak broker dan investor bisa saling bertemu di satu meja dan bertatap muka serta membicarakan soal saham sembari melihat ke layar komputer.

Isi kantor Dubai Financial Market (DFM) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Isi kantor Dubai Financial Market (DFM) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). (KOMPAS.com/APRILLIA IKA)
Ingat di Dubai yang dibangun berlandaskan hukum Islam, maka antara investor laki-laki dan perempuan juga ada tempatnya sendiri-sendiri alias tidak bercampur.

“Bagus juga ada tempat untuk ketemu seperti ini,” ujar Tito sembari menebar pandangan ke keseluruhan DFM yang luasnya memang jauh lebih kecil ketimbang kantor BEI ini.

Sekilas dari pandangan mata Kompas.com, kantor ini tidak ramai. Sejumlah pria dengan busana tradisional Dubai saling berbicara sembari menatap layar komputer di depan mereka.

Terdapat aneka layar yang menampilkan harga-harga saham secara real time. Kebetulan saat rombongan BEI tiba di DFM, bursa tersebut baru memulai aktivitasnya.

Di dalam kantor DFM ini, ada 25 kantor broker yang dibuka disitu. Kantornya sangat kecil-kecil hanya sebagai reprsentatif saja. Di tiap kantor juga menampilkan layar real time transaksi saham yang terjadi.

Salah satu petugas yang menemani Tito mengatakan, ada 25 kantor broker di DFM.Sementara secara keseluruhan ada sekitar 40 broker yang ada di Dubai. “Semuanya (broker) sudah menggunakan konsep syariah,” ujar petugas tersebut.

Dubai Financial Market (DFM) di Dubai, Uni EmiratArab (UEA).
Dubai Financial Market (DFM) di Dubai, Uni EmiratArab (UEA). (KOMPAS.com/APRILLIA IKA)
Ada sekotak kecil area dilapisi kaca bermotif dengan beberapa bangku. Ketika ditanyakan apa fungsi kotak kaca tersebut, ternyata itu adalah newsroom untuk wartawan.

Sebagai informasi, gedung tempat DFM beraktivitas merupakan salah satu gedung tua di Dubai yang dibangun di era 1970an.

DFM saat ini memiliki indeks return 12 persen. Efek syariah yang ditawarkan yakni saham, sukuk, reksa dana, ETF dan REITS. Pangsa pasar sukuk globalnya sebesar 10,5 persen atau terbesar ketiga di dunia. Sementara pangsa pasar reksa dana syariahnya mencapai 0,4 persen secara global.

BEI datang ke DFM dalam rangka studi banding untuk mendirikan bursa efek syariah di Indonesia. Menurut Tito, membangun bursa efek syariah di Indonesia bisa butuh waktu sekitar sembilan bulan.

Sumber: Kompas.com

PT Equity World Futures
EWF Medan