Equityworld_MedanMinyak West Texas Intermediate (WTI) naik untuk kedua kalinya dalam tiga hari terakhir pasca laporan industri yang menunjukkan cadangan minyak mentah berkurang di AS, pengguna minyak terbesar di dunia. Minya Brent naik di London.

Kontrak berjangka naik sebesar 0,4 persen di New York. Pasokan minyak mentah menyusut sebesar 5,5 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute melaporkan kemarin. Data dari Badan Administrasi Informasi Energi hari ini diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak turun sebesar 1,55 juta, menurut survei Bloomberg News. Ekspor minyak Kurdi tetap tidak terpengaruh oleh gejolak di Irak, kata produser Energi Genel Plc.

WTI untuk pengiriman September naik sebesar 34 sen ke level $ 97,72 per barel pada transaksi elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 97,67 pukul 11:41 pagi waktu Sydney. Kontrak turun sebesar 0,9 persen ke level $ 97,38 kemarin, harga terendah sejak 5 Februari lalu. Semua volume berjangka yang ditransaksikan sekitar 14 persen di bawah RSI 100 hari.

Sementara Brent untuk pengiriman September naik sebesar 34 sen, atau 0,3 persen, ke level $ 104,95 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan Eropa lebih tinggi sebesar $ 7,25 dibandingkan minyak WTI. Ditutup pada level $ 7,23 kemarin.

Persediaan bensin AS turun sebesar 3,6 juta per barel pada pekan yang berakhir 1 Agustus kemarin, API di Washington mengatakan, menurut Bain Energy. Persediaan bensin itu mungkin berubah di angka 218.2 juta barel, menunjukkan dari survei Bloomberg sebelum laporan dari EIA hari ini. (vck)

Sumber: Bloomberg