minyak-mentah-dunia13Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga terendah dalam dua bulan terakhir jelang rilis data persediaan cadangan minyak mentah dan permintaan bahan bakar di AS, konsumen minyak terbesar di dunia juga meningkat.

Kontrak minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 0,9 persen kemarin dan ditutup di bawah $ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei lalu. Persediaan bensin AS kemungkinan naik 950.000 barel pada pekan lalu, sementara cadangan minyak mentah turun, menurut survei Bloomberg News jelang  laporan dari Energy Information Administration pada hari ini. Produksi minyak di Libya naik menjadi 550.000 barel per hari, lebih dari dua kali lipat dari 23 Juni lalu, menurut National Oil Corp.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Agustus berada di level $ 100,30 per barel di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, atau naik sebesar 34 sen, pada pukul 11:22 siang waktu Sydney. WTI turun sebesar 95 sen ke level $ 99,96 kemarin, yang merupakan penutupan terendah sejak 6 Mei lalu. Volume berjangka yang diperdagangkan sebesar 7 persen di atas rata-rata 100 hari. Kontrak berjangka telah naik sebesar 1,9 persen pada tahun ini.

Brent untuk pengiriman bulan Agustus, yang berakhir pada hari ini, 13 sen lebih rendah di level $ 105,89 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Kontrak pada bulan September naik 1 sen ke level $ 106,89. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan sebesar $ 5,59 lebih tinggi dari WTI, dibandingkan dengan kemarin yang berada di level $ 6,06.

Cadangan bensin AS kemungkinan meningkat pada minggu kedua sampai tanggal 11 Juli menjadi sekitar 215.300.000 barel, menurut perkiraan rata-rata dari 10 analis yang survei Bloomberg. Persediaan minyak mentah turun 1,6 juta kemarin, menurut data dari American Petroleum Institute di Washington. (knc)

Sumber: Bloomberg