Bursa Asia Bangkit, Hang Seng ‘Ngamuk’ Naik 2% Lebih

Bursa Asia Dibuka Mixed

PT Equityworld Futures Medan-Bursa Asia kompak dibuka menguat pada perdagangan Kamis (29/7/2021), di tengah beragamnya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (28/7/2021) setelah bank sentral AS memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya.
Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan bursa Asia pada pagi hari ini, di mana Hang Seng dibuka meroket 2,68%. Sedangkan untuk Shanghai Composite China berada di posisi kedua dengan melonjak 1,41%.

Sementara sisanya juga dibuka menguat. Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,51%, Straits Times Singapura melesat 0,7%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,31%.

Pelaku pasar Asia masih akan memantau pergerakan bursa saham Hong Kong, setelah pada perdagangan Rabu kemarin berhasil rebound dan melesat lebih dari 1%. Hang Seng sebelumnya sempat ambruk hingga 8% dalam kurun waktu dua hari beruntun.

Dari kabar korporasi, Saham Softbank Group di Jepang melonjak 2,31% setelah perusahaan konglomerat Jepang tersebut menjual sekitar sepertiga sahamnya di perusahaan transportasi online Uber untuk menutupi kerugian atas investasinya di perusahaan transportasi online China, Didi.

Beralih ke AS, bursa Wall Street ditutup beragam dengan mayoritas melemah pada perdagangan Rabu kemarin waktu setempat akibat sikap investor yang sedikit kecewa dengan sikap bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan sinyal yang belum jelas kapan pengurangan pembelian aset di pasar (quantitative easing/QE) dimulai.

Indeks Dow Jones Industrial Average berbalik melemah 0,36% ke level 34.930,93 pada penutupan. S&P 500 turun tipis 0,02% ke 4.400,64. Namun, Nasdaq masih bergairah dengan melesat 0,7% ke posisi 14.762,58.

Pergerakan variatif ini terjadi meski menurut data Refinitiv, emiten AS menunjukkan performa prima pada kuartal II-2021.

Sebanyak 89% konstituen indeks S&P 500 yang telah merilis kinerja keuangannya mencetak laba bersih di atas ekspektasi, dan 86% dari mereka mencetak pendapatan yang melampaui estimasi.

Pemicunya tak lain adalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di 0-0,25% tetapi tak memberikan sinyal jelas mengenai kapan tapering off atau pengurangan pembelian aset di pasar (quantitative easing/QE) dijalankan.

Bos bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell menyatakan ekonomi AS membaik meski ada varian baru virus Covid-19. Namun, itu belum cukup untuk mencapai target inflasi dan lapangan kerja yang dipatok The Fed.

“Kita memiliki landasan untuk mengamankan lapangan kerja,” tutur Powell. “Menurut saya kita masih beberapa langkah menuju kemajuan substansial lebih jauh mencapai target maksimum pembukaan lapangan kerja. Saya ingin melihat angka lapangan kerja yang lebih kuat.”

Sayangnya, bank sentral terkuat dunia ini belum memberikan acuan waktu mengenai kapan program pembelian surat berharga senilai US$ 120 miliar per bulan (sejak Desember 2020) ini akan diakhiri atau setidaknya dikurangi.

“Sejak itu, ekonomi menunjukkan kemajuan mencapai sasaran tersebut dan Komite [FOMC] akan terus mengukur kemajuan yang ada dalam pertemuan mendatang,” demikian tertulis di pernyataan resmi yang dirilis usai rapat

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan