Bursa Asia Bangkit, Nikkei-Hang Seng Melesat

A man paues in front of an electric screen showing Japan's Nikkei share average outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 5, 2019.   REUTERS/Issei Kato

PT Equityworld Futures Medan- Bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin (23/8/2021), di tengah sikap investor yang memantau pergerakan pasar saham Hong Kong, setelah sempat mengalami tren bearish pada pekan lalu.
Indeks Nikkei Jepang dibuka melesat 0,99%, Hang Seng Hong Kong meroket 1,38%, Shanghai Composite China menguat 0,52%, Straits Times Singapura bertambah 0,21%, dan KOSPI Korea Selatan melonjak 0,79%.

Investor pasar saham Asia akan memantau pergerakan indeks saham Hang Seng pada hari ini, setelah sepanjang pekan lalu mengalami pelemahan cukup parah hingga 20%, karena ketidakpastian peraturan terus mengaburkan prospek perusahaan teknologi China.

Beralih ke Amerika Serikat (AS), bursa saham Wall Street berakhir cerah pada perdagangan Jumat (20/8/2021) pekan lalu, karena kekhawatiran akan pengetatan kebijakan (tapering off) mulai mereda.

Tiga indeks utama di bursa saham New York (Wall Street) finish di jalur hijau. Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,65% ke level 35.120,08, S&P 500 melesat 0,81% ke 4.441,67, dan Nasdaq Composite melonjak 1,19% ke posisi 14.714,66.

Namun sepanjang pekan lalu, tiga indeks di Wall Street tercatat ambles, Dow Jones ambles 1,1%, S&P 500 turun 0,60%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,7%.

Pada Kamis (19/8/2021) dini hari waktu Indonesia, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) merilis notula rapat (minutes of meeting) edisi Juli 2021.

Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa bukan tidak mungkin Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan segera mengurangi pembelian aset (quantitative easing/QE) yang sekarang bernilai US$ 120 miliar per bulan.

Kepanikan melanda pasar begitu notula ini keluar. Investor memborong dolar AS, sebagai antisipasi pasokan mata uang Negeri Paman Sam bakal tidak melimpah lagi begitu The Fed mengurangi QE. Instrumen lain ditinggalkan, termasuk saham, yang membuat Wall Street ‘terbakar’.

Namun kini situasi sudah lebih tenang. Apalagi dengan harga saham yang sudah murah, investor pun berbalik melakukan aksi borong.

Saham-saham teknologi sepertinya jadi incaran utama. Harga saham Facebook naik 1,19%, Apple melesat 1,01%, dan Alphabet (induk usaha Google) melonjak 1,29%.

Ke depan, sentimen yang akan menentukan gerak Wall Street masih seputar dinamika The Fed. Pada 27 Agustus 2021, The Fed akan menggelar simposium tahunan Jackson Hole.

Namun pertemuan dengan para pelaku ekonomi dilakukan secara virtual, mengingat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang mengganas di Negeri Adidaya.

“Kita sudah melihat setiap tahunnya bahwa Simposium Jackson Hole menjadi pusat perhatian. Tahun ini tidak berbeda, bahkan lebih menarik perhatian karena The Fed mungkin akan menggunakan kesempatan ini untuk mengomunikasikan arah kebijakan mereka kepada para pelaku ekonomi,” tambah Keator.

Selain itu, faktor lain yang dapat membebani sentimen investor adalah kekhawatiran atas berlanjutnya penyebaran Covid-19 varian delta yang membuat kasus positif melonjak kembali di Negeri Paman Sam beberapa hari belakangan

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Meda
n

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan