Bursa Asia Dibuka Cerah Bergairah, Hang Seng-KOSPI Melesat

A currency trader walks by screens showing the Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), left, and the foreign exchange rate between U.S. dollar and South Korean won at the foreign exchange dealing room in Seoul, South Korea, Thursday, Feb. 7, 2019. Asian shares were mostly higher Thursday on news that the Reserve Bank of Australia may cut interest rates, driving hopes that other central banks could come to the same conclusion. (AP Photo/Lee Jin-man)

PT Equityworld Futures Medan-Bursa Asia kembali dibuka cerah bergairah pada perdagangan Kamis (7/10/2021), di tengah kembali menguatnya bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (6/10/2021) waktu setempat setelah rilis data tenaga kerja AS periode September yang hasilnya positif.
Indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,48%, Hang Seng Hong Kong melonjak 1,56%, Straits Times Singapura terapresiasi 0,62%, dan KOSPI Korea Selatan melesat 1,03%.

Bursa Asia kembali cenderung mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street yang kembali ditutup cerah pada dini hari tadi waktu Indonesia, setelah sempat koreksi tajam pada awal perdagangan Rabu waktu AS.

Tiga indeks saham acuan Wall Street kompak berakhir di zona hijau. Indeks Dow Jones menguat 0,3% ke level 34.416,99, setelah sempat ambruk di atas 1%. Sedangkan indeks S&P 500 bertambah 0,41% ke 4.363,61, dan terakhir Nasdaq Composite terapresiasi 0,47% ke 14.501,91.

Faktor pemicu yang membuat Wall Street berbalik arah adalah kongres yang melunak terkait debt ceiling atau plafon utang AS. Seperti diketahui utang AS sudah tembus batas (threshold) sebesar US$ 28,4 triliun dan harus ditentukan apakah bakal dinaikkan atau ditangguhkan.

Perdebatan sebelumnya dikarenakan Kongres AS belum satu suara. Pihak partai Republik dinilai cenderung kontra dengan kebijakan untuk meningkatkan plafon utang AS. Kongres akan kembali voting penentuan pada 18 Oktober nanti.

Pemimpin Senat Minoritas, Mitch McConnell mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa pihak Republik akan memberikan kelonggaran kepada Demokrat untuk menggunakan prosedur normal dalam memperpanjang batas utang hingga Desember dalam rangka menghindari terjadinya krisis dan kemungkinan gagal bayar (default).

Sementara itu dari data ketenagakerjaan AS, ADP per September membagikan kabar positif berupa tambahan posisi pekerjaan sebanyak 568.000 sebulan lalu, yang melampaui estimasi ekonom dalam polling Dow Jones sebanyak 425.000.

Di sisi lain, investor masih mencermati tren pergerakan harga energi global terutama harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah yang tembus US$ 80/barel memantik kekhawatiran inflasi yang tinggi akan bertahan lama sehingga memaksa bank sentral bakal mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat dari perkiraan awal.

Dari pasar obligasi pemerintah AS (Treasury), imbal hasil (yield) Treasury bertenor 10 tahun kembali menembus level 1,5% akibat ekspektasi inflasi yang tetap tinggi.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan