Bursa Asia Kurang Pagi Ini, Hang Seng-KOSPI Dibuka Melemah

People walk past an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, July 10, 2019. Asian shares were mostly higher Wednesday in cautious trading ahead of closely watched congressional testimony by the U.S. Federal Reserve chairman. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

PT Equityworld Futures Medan- Bursa saham domestik berakhir di zona hijau ditopang aksi beli investor asing yang cukup massif di tengah pelemahan indeks Dow Jones.
Selasa kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 0,09% ke level 6.150,29 poin dengan nilai transaksi Rp 12,74 triliun. Pelaku pasar asing mencatatkan pembelian bersih senilai Rp 545,31 miliar.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai transaksi pada perdagangan Rabu (1/9/2021):

  1. Harga Eksekusi Rights Issue BBRI di Rp 3.400

Aksi korporasi rights issue PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai bagian dari pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro sudah semakin dekat. Harga rights issue juga sudah ditentukan yakni Rp 3.400/unit.

Rencana rights issue sudah efektif dan disetujui oleh pemegang saham perseroan dan dikeluarkannya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 30 Agustus 2021 kemarin.

Prospektus menjelaskan Cum Date HMETD dijadwalkan pada 7 September 2021 untuk pasar reguler dan negosiasi, sedangkan 9 September 2021 untuk pasar tunai.

Baca: September Ceria! Cek Bocoran Saham-saham Pilihan Hari Ini

  1. Aga Bakrie Jadi Presdir Bumi Resources

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melakukan perubahan direksi dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang berlangsung Selasa, 31 Agustus 2021. Adika Nuraga Bakrie atau dikenal sebagai Aga Bakrie ditunjuk sebagai Presiden Direktur, menggantikan mendiang Saptari Hoedaja.

Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava mengatakan semua agenda pada RUPS ini pun mendapatkan persetujuan dari pemegang rapat. Beberapa di antaranya persetujuan atas keuangan tahun fiskal 2020 yang telah diaudit dengan pembagian tanggung jawab dewan, penunjukan auditor untuk tahun ini.

“Kemudian dan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi. Adika Nuraga Bakrie ditunjuk sebagai Presiden Direktur, menggantikan mendiang Saptari Hoedaja dan juga perubahan dewan komisaris,” kata Dileep, Selasa (31/8/2021).

  1. Berkah Booming Batu Bara, Laba Adaro Naik 9,6% Jadi Rp 2,43 T

Emiten tambang batu bara, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 169,96 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.300 per US$.

Perolehan laba bersih tersebut meningkat 9,58% dari tahun sebelumnya sebesar US$ 155,09 juta atau Rp 2,21 triliun.

Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan usaha bersih 15% menjadi US$ 1,45 miliar dari sebelumnya US$ 1,36 miliar. Beban pokok penjualan mengalami kenaikan 2% menjadi US! 1,06 miliar dari sebelumnya US$ 1,04 miliar.

Dengan demikian laba kotor Adaro sepanjang semester pertama tahun ini sebesar US$ 499 juta atau naik 55% dari tahun lalu US$ 323 juta dengan EBITDA operasional naik 36% menjadi US$ 635 juta dari sebelumnya US$ 465 juta.

  1. DNET Milik Anthoni Salim Ekspansif Bisnis Jaringan Internet

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mulai melakukan diversifikasi usaha dengan masuk ke bisnis di sektor telekomunikasi. Unit usaha yang tergabung dalam Grup Salim ini, punya bisnis utama di bidang ritel modern, mulai mengembangkan bisnis jaringan serat optik.

DNET masuk dalam bisnis telekomonikasi dengan merek dagang FiberStar, melalui PT Mega Akses Persada, jaringan serat optik pita lebar melayani pelanggan di seluruh Indonesia.

Hingga akhir 2020, berdasarkan paparan publik DNET melalui keterbukaan informasi menjelaska, bahwa jaringan serat optik FiberStar telah menjangkau 17 Provinsi, 135 Kota/Kabupaten, dengan panjang gelaran mencapai 28.714 km. Cakupan tersebut naik 62,6% dibandingkan 2019.

  1. Perusahaan India Bakal Caplok Burger King Indonesia dari MAP

urger King India dikabarkan berminat untuk mengakuisisi 85% saham PT Sari Burger Indonesia, pengelola Burger King Indonesia disertai dengan investasi langsung senilai US$ 40 juta atau setara dengan Rp 580 miliar (asumsi kurs Rp 14.500/US$). Rencana akuisisi ini telah diajukan pada Jumat (27/8/2021) dan berlaku hingga 90 hari ke depan.

Melansir Business Standard, Burger King India menerima penawaran akuisisi dari F&B Asia Venture (Singapura), yang memiliki saham 65,79% di Burger King Indonesia. Adapun pemegang saham utama Burger King Indonesia adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Penawaran yang ditawarkan adalah untuk memiliki saham mayoritas di Sari Burger Indonesia disertai dengan investasi langsung. Saat ini Sari Burger Indonesia diperkirakan memiliki valuasi US$ 183 juta atau Rp 2,63 triliun.

  1. Imbas Pandemi, Garuda Indonesia Rugi Hampir Rp 13 T
    Emiten maskapai penerbangan BUMN, PT Garuda indonesia Tbk (GIAA), membukukan kerugian bersih yang diatrbusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 898,65 juta atau setara Rp 12,85 triliun pada semester pertama tahun ini dengan asumsi kurs Rp 14.300 per US$.

Kerugian tersebut lebih dalam 26,08% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar US$ 712,72 juta atau sekitar Rp 10,19 triliun.

Mengacu laporan keuangan perusahaan, pembatasan sosial seiring berlakunya PPKM membuat pendapatan usaha Garuda turun signifikan menjadi US$ 696,80 juta (Rp 9,94 triliun) dari tahun sebelumnya US$ 917,28 juta (Rp 13,11 triliun).

Rinciannya, pendapatan usaha di segmen penerbangan berjadwal turun sebesar 25,82% menjadi US$ 556,53 juta (Rp 7,95 triliun) dari sebelumnya US$ 750,25 juta (Rp 10,72 triliun). Namun, penerbangan tidak berjadwal mengalami peningkatan menjadi US$ 41,63 juta dari sebelumnya US$ 21,54 juta. Sementara, pendapatan lainnya tercatat US$98,63 juta, turun dari tahun sebelumnya sebesar US$145,47 juta.

  1. Laba PTPP Naik 300% Jadi Rp 86,04 Miliar

Perusahaan konstruksi BUMN PT PP Tbk (PTPP) sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencatatkan laba bersih senilai Rp 86,04 miliar. Angka ini naik tajam dari capaian perusahaan di periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 21,15 miliar, atau tumbuh 306,69% secara tahunan (year on year/YoY).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, laba bersih ini naik di tengah turunnya pendapatan perusahaan. Tercatat pada akhir Juni 2021 lalu pendapatan senilai Rp 6,45 triliun, turun 4,27% YoY dari Rp 6,74 triliun di akhir semester I-2020.

Sejalan dengan itu, beban pokok pendapatan juga turun menjadi Rp 5,65 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 6,04 triliun. Beban usaha naik tipis menjadi Rp 313,64 miliar dari sebelumnya Rp 304,19 miliar.

  1. Utang Menggunung, Laba WIKA Merosot 62,03% jadi Rp 83,41 M

Perusahaan konstruksi BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 83,41 miliar pada 30 Juni 2021 lalu. Laba ini turun tajam 62,30% secara year-on-year (YoY) dari sebelumnya Rp 250,41 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Turunnya laba bersih ini salah satunya disebabkan karena turunnya pendapatan perusahaan sebesar 5,13% YoY, dari sebelumnya Rp 7,13 triliun di akhir semester I-2020 menjadi senilai Rp 6,76 triliun di akhir periode Juni tahun ini.

Beban pokok pendapatan perusahaan pada periode ini turun menjadi Rp 6,22 triliun dari sebelumnya Rp 6,46 triliun. Beban usaha total juga ikut turun menjadi Rp 35,67 miliar dari sebelumnya Rp 415,03 miliar.

  1. Lo Kheng Hong Lepas Saham MBSS, Masuk Kocek Rp 67 M

Investor kenamaan tanah air, Lo Kheng Hong menjual hampir seluruh kepemilikan sahamnya di emiten pelayaran, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) senilai hampir Rp 68 miliar.

Mengacu keterbukaan informasi yang disampaikan Sekretaris Perusahaan MBSS, Ratih Safitri, Lo menjual sebanyak 101.811.800 saham atau setara 5,82% saham kepada PT Gallery Adhika Arnawarma dengan harga penjualan per saham Rp 660. Dengan demikian, dari penjualan ini, investor yang dijuluki Warren Buffet Indonesia itu meraih dana sebesar Rp 67,19 miliar.

“Tanggal transaksi pada 24 Agustus dengan status kepemilikan langsung,” kata Ratih, dikutip Selasa (31/8/2021).

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan