Member of Jakarta Future Exchange | Member of Indonesia Derivatives Clearing House

Bursa Asia Merah Darah, Hang Seng Ambruk Nyaris 3% •
Powell Pesimistis, Bursa Asia Waspada - Market Bisnis.com

PT Equityworld Futures Medan-Bursa Asia ditutup berjatuhan pada perdagangan Jumat (26/11/2021) akhir pekan ini,karena investor khawatir dengan munculnya varian baru dari virus corona (Covid-19) yang dianggap lebih ganas dari varian Delta dan dapat mementahkan vaksin Covid-19.
Indeks Hang Seng ditutup ambruk 2,67% ke level 24.080,52, Nikkei Jepang ambles 2,53% ke 28.751,619, Straits Times Singapura ambrol 1,72% ke 3.166,27, KOSPI Korea Selatan tergelincir 1,47% ke 2.936,44, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,06% ke 6.561,55, dan Shanghai Composite China melemah 0,56% ke 3.564,09.

Sentimen negatif datang dari seputar Covid-19, di mana varian baru Covid-19 yang diberi nama B.1.1.529 dianggap lebih ganas dari varian Delta dan dapat mementahkan vaksin Covid-19.

Varian Covid-19 ini pertama muncul di Bostwana Rabu (24/11/2021) lalu. Kini, varian tersebut telah terdeteksi di Afrika Selatan (Afsel). Bahkan, varian tersebut juga sudah ditemukan di Hong Kong.

Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) menyatakan telah mengkonfirmasi 22 kasus positif, dengan lebih banyak kasus dikonfirmasi saat hasil tes keluar per Kamis (25/11/2021).

Dalam penjelasan ilmuwan Afrika, varian B.1.1.529 mengandung beberapa mutasi yang terkait dengan peningkatan resistensi antibodi. Hal ini diyakini ilmuwan dapat mengurangi efektivitas vaksin, bersama dengan mutasi yang umumnya membuatnya lebih menular.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sendiri mengatakan tengah meminta pertemuan darurat untuk memantau varian itu. Hal ini penting di tengah makin melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa dan dunia yang memasuki musim liburan akhir tahun.

“Kami belum tahu banyak tentang ini. Apa yang kita ketahui adalah bahwa varian ini memiliki sejumlah besar mutasi,” kata pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, Dr. Maria Van Kerkhove, dalam tanya jawab yang disiarkan langsung di media sosial organisasi, Kamis (25/11/2021).

Pertemuan itu akan memutuskan ke mana B.1.1.529 akan diklasifikasikan. Apakah varian menarik atau perlu diperhatikan.

“Saat ini, para peneliti sedang berkumpul untuk memahami di mana mutasi ini berada di protein lonjakan dan situs pembelahan furin, dan apa artinya itu bagi diagnostik atau terapi kami dan vaksin kami,” kata Van Kerkhove lagi.

Munculnya varian baru tersebut membuat Inggris mengumumkan akan melarang kembali penerbangan dari enam negara Afrika. Hal ini berlaku mulai hari ini.

“Badan Keamanan Kesehatan Inggris sedang menyelidiki varian baru,” kata Menteri Kesehatan Sajid Javid dalam sebuah tweet yang mengumumkan pembatasan perjalanan.

“Lebih banyak data diperlukan tetapi kami mengambil tindakan pencegahan sekarang.”

Tak hanya dari munculnya varian baru Covid-19, pelaku pasar Asia juga khawatir dengan melonjaknya kasus Covid-19 di kawasan Eropa dalam beberapa hari terakhir.

Italia mengumumkan pada Rabu malam waktu setempat bahwa mereka akan kembali menerapkan langkah-langkah darurat Covid-19 yang lebih ketat.

Sedangkan di Jerman pada kemarin, mencatat rekor baru kasus harian dengan 76.132 kasus baru. Ini merupakan lompatan besar kasus baru.

Sementara itu, menurut bank data Reuters, kurva kasus Covid-19 per negara Eropa telah menunjukkan lonjakan data yang signifikan bila dibandingkan dengan pada awal Oktober lalu.

Belanda saat ini berada di level 20 ribu kasus per hari, jauh dari pada awal Oktober lalu yang mencatatkan hanya 1.800 hingga 2.000 kasus saja perhari

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan