Equityworld_MedanIndeks Standard & Poor 500 melemah pada hari ke-2 akibat kekhawatiran mengenai Argentina dan Portugal yang membayangi data memberikan sinyal bahwa Federal Reserve diperkirakan akan mempertahankan suku bunga rendah.

Indeks S&P 500 melemah 0.3% ke level 1,925.20 pukul 4 sore waktu New York. Kemarin Indeks melemah sebesar 2% dan mencatat penurunan sebesar 2.7% pada pekan ini.

Kemarin saham-saham AS bergabung dalama aksi jual global, menyebabkan Indeks S&P 500 ke penurunan bulanan pertamanya sejak Januari lalu, setelah perusahaan dari Exxon Mobil Corp. hingga Samsung Electronics Co. melaporkan laba yang mengecewakan para investor, Argentina mengalami gagal bayar (default) dan Banco Espirito Santo SA diperintahkan untuk meningkatkan modal.

Saham Banco Espirito Santo hari ditunda oleh otoritas sekuritas Portugal setelah melemah sebesar 50% di Lisbon. Pasar keuangan global bulan lalu bergejolak setelah perusahaan induk lainnya pada grup tersebut tidak dapat melakukan pembayaran pada surat berharga.

Kegagalan Argentina untuk membayar bunga pada obligasinya merupakan peristiwa kredit yag akan memicu penyelesaian dana sebesar $1 miliar pada gagal bayar (default) asuransi, hal itu menurut International Swaps & Derivatives Association. Argentina merupakan negara pertama yang memicu gagal bayar (default) sejak Yunani melakukan restrukturisasi hutangnya pada 2012 silam. (bgs)

Sumber : Bloomberg