PT. RIFAN STCIndeks Standard & Poor 500 melemah tajam dalam 3 bulan terakhir, sementara Obligasi Treasury AS & emas reli akibat permintaan akan aset safe haven naik ditengah meningkatnya ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah. Sanksi terhadap Russia yang dimaksudkan guna meredam ketegangan telah menyebabkan Bursa Saham Eropa melemah.
Indeks S&P 500 melemah 1.2% pukul 4 sore waktu New York, penurunan pertama sebesar 1% sejak 10 April lalu. Imbal hasil obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun turun 6 basis poin sebesar 2.46%, sementara imbal hasil obligasi Jerman dengan tenor 10 tahun ditutup pada rekor terendahnya. Yen naik terhadap 16 mata uang lainnya dan emas melonjak tajam dalam 4 pekan terakhir terkait permintaan aset safe haven. Indeks Chicago Board Options Exchange Volatility melonjak 34%, kenaikan tajam sejak April 2013 lalu.
Ekuitas perpanjang penurunan diakhir-akhir jam perdagangan saham setelah adanya laporan menyatakan bahwa Israel memulai operasi darat di Gaza Strip. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengkonfirmasi laporan tersebut. Krisis di Ukraina meningkat setelah pesawat penumpang jatuh di tempat utama perang sipil, membunuh semua 295 orang di pesawat tersebut. Pemerintah Kiev menuduh pasukan pemberontak pendukung Russia terkait penembakan pesawat Malaysian Airline tersebut, sementara pasukan separatis membantah dugaan tersebut. (bgs)
Sumber : Bloomberg