Member of Jakarta Future Exchange | Member of Indonesia Derivatives Clearing House

China 'Babak Belur' Lagi karena Covid-19, Ini Biang Keroknya!
Gegara 6 Kasus Corona, China Lockdown Kota Berpenduduk 4 Juta Jiwa

PT Equityworld Futures Medan-Pandemi Covid-19 kembali membuat China ‘kalang kabut’. Terbaru,
Awal mula kasus ditemukan pada pasangan manula yang ikut dalam kelompok wisata di negeri itu. Kasus pertama dideteksi pada 17 Oktober 2021.

Baca: Covid Singapura Meledak Lagi, Tembus Rekor 5.000 Pertama Kali

Mereka memulai perjalanan dari Shanghai lalu ke kota Xi’an di Provinsi Gansu dan ke Mongolia Dalam. Puluhan kasus pun ditemukan terkait perjalanan itu dan melibatkan 12 grup wisata.

Mulanya, pemerintah menyebut ada lima wilayah di lima provinsi yang terinfeksi. Tapi dalam pernyataan terbaru Minggu (24/20/2021), ada 11 provinsi yang kemasukan Covid-19.

Mengutip Reuters, pejabat kesehatan pemerintahan Xi Jinping, mengatakan wabah Covid-19 terbaru karena Covid-19 varian Delta. Ini kemungkinan akan semakin menyebar lebih jauh.

“Ada peningkatan risiko bahwa wabah mungkin menyebar lebih jauh karena faktor musiman.,” kata Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China, Mi Feng, berbicara ke wartawan.

“Urutannya menunjukkan ini (varian Delta) berbeda dari sumber sebelumnya dan kasus baru berasal dari sumber baru di luar negeri,” tambah wakil direktur komisi itu, Wu Liangyou.

Sejak akhir pekan kemarin, pemerintah daerah di mana kasus terdeteksi sudah melakukan pembatalan penerbangan. Pemerintah setempat juga dikabarkan menutup lokasi wisata, sekolah dan tempat hiburan di daerah yang terkena dampak.

Dalam update terbarunya beberapa wilayah di Mongolia Dalam juga di lockdown. Dua kabupaten ditutup yakni kabupaten Alxa Lef Banner, memiliki 180 ribu warga, dan kabupaten Ejin, 35.700 penduduk.

Mongolia Dalam adalah provinsi yang kaya batu bara. Penutupan di wilayah itu diyakini akan mempengaruhi pasokan komoditas itu, di tengah krisis energi yang melanda China.

Selasa (26/10/2021), China juga mengunci kota di mana empat juta orang tinggal, Lanzhou, Provinsi Gansu. Semua warga diminta tetap di rumah kecuali darurat.

“Penduduk kota sekarang akan diminta untuk tinggal di rumah,” kata pihak berwenang, mengutip AFP.

“Masuk dan keluarnya penduduk dikontrol secara ketat dan terbatas pada persediaan penting atau perawatan medis.”

Kota itu juga disebut menghentikan layanan bus dan taksi. Sebanyak 70 perjalanan kereta, termasuk rute utama ke ibu kota Beijing, ditangguhkan. Penerbangan juga dibatalkan karena alasan keselamatan publik. Tanggal pembukaan belum diketahui.

Sementara di Beijing, pembatasan sosial sudah dilakukan di sejumlah distrik dengan lockdown terbatas. Akses ke daerah wisata dibatasi dan penduduk diminta tidak meninggalkan ibu kota kecuali diperlukan.

Baca: Makin Panas! China Serukan PBB Tak Usah Terima Taiwan
Sekitar 23.000 penduduk di sebuah komplek perumahan Changping juga dikunci. Pasalnya ada sembilan kasus ditemukan.

Mengutip Worldometers Kamis (28/10/2021), dari awal pandemi menyebar pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, hingga sekarang, China mencatat ada 96.899 kasus Covid-19. Sebanyak 4.636 orang meninggal.
Flu Babi
Sementara Flu Burung menyerang, China dilaporkan kembali mecatat kasus flu babi. Hal ini terungkap dari sebuah data terbaru yang disajikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mengutip Reuters, badan PBB itu mengatakan bahwa Negeri Tirai Bambu melaporkan 21 infeksi manusia dengan subtipe H5N6 flu burung pada tahun 2021. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu.

Terbaru, terjadi pada 13 Oktober. Seorang wanita berusia 60 tahun di provinsi Hunan dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis dengan influenza H5N6.

Hal ini menyebabkan kekhawatiran baru bagi para ahli kesehatan. Pasalnya virus ini merupakan salah satu virus dengan kekuatan yang sangat mematikan.

“Peningkatan kasus manusia di China tahun ini mengkhawatirkan. Ini adalah virus yang menyebabkan kematian tinggi,” kata Thijs Kuiken, profesor patologi komparatif di Erasmus University Medical Center di Rotterdam.

Meski begitu, WHO mengatakan bahwa penularan virus itu masih bersifat unggas ke manusia dan bukan manusia ke manusia. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang kebanyakan terkait dengan rumah potong hewan. Saat ini lembaga yang berpusat di Jenewa itu masih meneliti mengenai transmisi virus ini.
Flu Babi
Sementara Flu Burung menyerang, China dilaporkan kembali mecatat kasus flu babi. Hal ini terungkap dari sebuah data terbaru yang disajikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mengutip Reuters, badan PBB itu mengatakan bahwa Negeri Tirai Bambu melaporkan 21 infeksi manusia dengan subtipe H5N6 flu burung pada tahun 2021. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.