Data AS Rusak Peluang Kenaikan Suku Bunga, Indeks Dolar Tersungkur

Equity world – Indeks dolar AS jatuh tajam terhadap rival utamanya malam tadi setelah sejumlah data ekonomi domestik yang lemah menurunkan probabilitas bahwa Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, memberikan tekanan berat yang signifikan terhadap greenback.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang lainnya, turun lebih dari 0,30% ke intraday terendah 95,19. Setelah kemenangan beruntun empat hari, dimulai dari sesi Senin lalu indeks mengakhiri minggu dengan kerugian dalam tiga dari empat sesi terakhir. Sejak menyentuh level tertinggi empat bulan pada akhir Juli di 97,62, indeks telah jatuh sekitar 2%.

Pada Jumat malam, Biro Sensus AS mengatakan bahwa penjualan ritel tidak berubah pada bulan Juli secara bulanan, jatuh tajam di bawah ekspektasi kenaikan 0,4%. Laju belanja konsumen melambat pada bulan Juli, satu bulan setelah penjualan melonjak 0,6% untuk periode tersebut. Pembelian di berbagai kategori sebagian besar berkurang untuk bulan kedua di musim panas dengan pengecualian penjualan mobil yang melonjak 1,1%. Akibatnya, penjualan ritel minus pembelian mobil berkurang sebesar 0,3% di bulan Juli, menandai penurunan pertama sejak Maret.

Secara terpisah, Indeks Sentimen Konsumen flash Universitas Michigan di bulan Agustus datang relatif datar di 90,4, tetap di bawah perkiraan analis dari keuntungan 1,0 menjadi 91,0. Pelemahan itu terlihat di Current Conditions yang jatuh 2,9 poin untuk periode menjadi 106,1. Pada saat yang sama, komponen Ekspektasi melonjak 3,5% menjadi 80,3, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek pekerjaan jangka pendek di seluruh AS

Sebelumnya, Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) AS mengatakan Indeks Harga Produsen untuk Permintaan Akhir (PPI-FD) mundur sebesar 0,4% pada bulan Juli, di bawah ekspektasi analis dari keuntungan sedikit 0,1%, Pembacaan tenang itu menghentikan setiap momentum yang diperoleh dari laporan optimis pada bulan Juni ketika PPI-FD melonjak 0,5%. PPI-FD Inti, kecuali harga pangan dan energi yang volatil, juga turun 0,3%. Data inflasi yang lamban tersebut bisa memberikan amunisi bagi anggota pesimis dovish dari Federal Reserve dalam argumen mereka untuk menunda kenaikan suku bunga.

Setiap kenaikan suku bunga oleh Fed tahun ini umumnya dipandang sebagai optimis bullish untuk dolar, karena investor asing menumpuk aset ke greenback untuk memanfaatkan hasil keuntungan yang lebih tinggi.

EUR/USD naik lebih dari 0,25% untuk menyentuh intraday tertinggi di 1,1221, level tertinggi dalam dua minggu. Pejabat dari Kantor Statistik Federal Jerman mengatakan Jumat bahwa PDB untuk periode tiga bulan sampai Juni naik 0,4%. Hal itu memberikan indikasi bahwa ekonomi terbesar zona euro tersebut berada dalam posisi yang baik untuk bertahan dari kerusakan akibat keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Dolar juga turun tajam 0,69% ke 101,26 terhadap Yen, menghapus keuntungan dari sesi sebelumnya. Pembacaan awal dari pertumbuhan PDB kuartal kedua di Jepang datang di 0,5%, sejalan dengan perkiraan konsensus.

Imbal hasil AS 10 Tahun turun lima basis poin menjadi 1,51%. Sementara hasil treasury di AS 10 tahun hampir datar selama satu bulan terakhir, masih turun 63 basis poin sampai saat ini.

Sumber: investing.com

EQUITY WORLD FUTURES

 

One thought on “Data AS Rusak Peluang Kenaikan Suku Bunga, Indeks Dolar Tersungkur

Comments are closed.