Equity World Medan – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diperkirakan masih mengalami penguatan terbatas pada perdagangan saham Rabu (14/6/2017).

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia, mengestimasi IHSG akan bergerak di kisaran 5.668-5.760 pada hari ini.

“Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya ANTM, BBNI, BMRI, INDF, PGAS, TOTL, ROTI, CTRA, TINS, LPKR,” ujar dia melalui analisis tertulisnya ke Kompas.com.

Menurut Lanjar, sejumlah sentimen yang diperhatikan oleh para pelaku pasar pada Rabu ini yakni data penjualan ritel, produksi industri, pinjaman baru dan investasi asing langsung (FDI) di China.

Kemudian, data tingkat inflasi di Jerman, produksi industri di Eropa dan malamnya akan ada data tingkat inflasi, pertumbuhan penjualan ritel, Stok persediaan minyak dan Keputusan kebijakan The Fed dalam suku bunga di AS.

“Investor akan terfokus pada kebijakan the Fed melihat data ekonomi yang rilis cukup baik sejak pertama kali Fed Fund Rate dinaikkan,” lanjut Lanjar.

Sebelumnya di Selasa (13/6/2017), IHSG ditutup menguat 16,21 poin sebesar 0,28 persen di level 5.707,64. Penguatan IHSG seiring dengan “rebound” bursa Asia di Selasa.

Sektor industri dan pertambangan menjadi pemicu penguatan IHSG disaat mayoritas saham pertanian dan properti melemah.

Salah satu faktor positif dimana Moody’s menaikan outlook Bank Indonesia menjadi positif. Moody’s menilai kualitas asset, Kestabilan Loan to Deposit dan Net Interest Margin yang menjadi bahan pertimbangan.

Pada bursa Selasa, investor asing tercatat jual bersih Rp 168,66 miliar setelah sebelumnya melakukan aksi beli yang cukup besar.

Bursa Asia dan Eropa

Mayoritas bursa di Asia ditutup menguat di Selasa, kecuali indeks saham Nikkei yang melemah tipis -0,05 persen setelah mengalami aksi jual yang dipimpin saham-saham teknologi sebelumnya.

Topix Jepang naik 0,1 persen sementara Nikkei 225 Stock Average turun kurang dari 0,1 persen di tengah melemahnya saham SoftBank Group Corp dan perusahaan teknologi lainnya.

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,7 persen serta Hang Seng Hong Kong meningkat 0,4 persen seiring Shanghai Composite Index naik 0,4 persen. Harga minyak pun naik 0,2 persen menjadi 46,18 dollar AS per barrel.

Pada bursa Eropa, poundsterling menguat karena PM Inggris Theresa May berusaha untuk mendapatkan suara agar dapat menopang pemerintahan minoritasnya.

Meskipun demikian investor tetap terfokus pada drama dari Washington, AS, saat Jaksa Agung akan bersaksi secara terbuka di hari selasa dihadapan komite Intelijen Senat.

Selain itu investor pun akan memantau bank sentral Eropa, ECB, dalam pertimbangan keputusan kebijakan disaat terbayangi spekulasi perkiraan the Fed akan menaikan suku bunga acuan untuk kedua kalinya.

Sumber: Kompas.com

PT. Equityworld FUtures
EWF Medan