Dibuka Lesu, Rupiah Langsung Bangkit!

A Balinese man makes a Hindu offering outside a shop which offers currency exchange services in Kuta, on the resort island of Bali, Indonesia  April 30, 2018. REUTERS/Johannes P. ChristoPT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi yang membuncah membuat pelaku pasar berkerumun di sekitar aset-aset berisiko yang menjanjikan cuan gede.

Pada Rabu (17/6/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.060 kala pembukaan pasar spot. Rupiah melemah 0,29% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Namun rupiah tidak betah lama-lama di di zona merah. Pada pukul 09:04 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.000 di mana rupiah menguat 0,14%.

Hari ini, sepertinya mood pasar sedang bagus. Ini sudah terlihat di bursa saham New York. Dini hari tadi waktu Indonesia, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat tajam 2,04%, S&P 500 melesat 1,9%, dan Nasdaq Composite menanjak 1,75%.

Data ekonomi terbaru di AS mendongrak risk appetite di pasar. Pada Mei 2020, penjualan ritel di Negeri Paman Sam melonjak 17,7% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/MtM). Secara year-on-year (YoY) memang masih turun 6,08% tetapi jauh lebih baik dibandingkan April yang anjlok nyaris 20%.

Perbaikan penjualan ritel menunjukkan bahwa ada harapan perekonomian AS bisa pulih dengan cepat setelah dihajar oleh pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Begitu AS menerapkan pelonggaran pembatasan sosial (social distancing), roda ekonomi bisa langsung berputar dengan cepat.

“Penjualan ritel adalah penyebab utama yang membuat pasar melesat. Namun aroma stimulus juga membantu,” kata Ryan Detrick, Senior Market Strategist di LPL Financial yang berbasis di North Carolina, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mengumumkan akan mengubah skema pembelian obligasi korporasi dengan memasukkan pendekatan indeksasi. Artinya, The Fed akan membeli obligasi korporasi di pasar sekunder yang kemudian menciptakan portofolio baru yang berbasis indeks pasar. The Fed akan menyerap obligasi korporasi berdasarkan indeks yang terbangun dari aset dengan rating minimum tertentu, tenor tertentu, dan berbagai kriteria lainnya.

Kemudian bank sentral Jepang (BoJ) berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas pinjaman kepada korporasi hingga US$ 1 triliun dari sebelumnya sekitar US$ 700 miliar. Haruhiko KUroda, Gubernur BoJ, juga menegaskan siap meningkatkan jumlah fasilitas tersebut jika memang dibutuhkan.

Sementara dari penanganan virus corona, ada kabar baik yaitu pemberian obat dexamethasone terbukti mampu menurunkan risiko kematian pasien hingga sepertiga. Pemberian dexamethasone dalam dosis rendah dapat meningkatkan harapan hidup pasien positif virus corona.

“Pasien yang menggunakan ventilator yang diberikan dexamethasone bisa menghindari risiko kematian, ini bisa menyelamatkan nyawa. Harganya pun tidak mahal,” kata Martin Landray, Profesor di Oxford University, seperti dikutip dari Reuters.

Berbagai kabar baik ini menjadi penyebab investor enggan bermain aman. Arus modal mengalir deras ke pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Hasilnya jelas, rupiah kembali nyaman menapaki jalur hijau.

“Kita mendapatkan kabar baik dalam upaya memerangi Covid-19. Reopening dan data yang sangat bagus memberi petunjuk bahwa pemulihan sudah terjadi dan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya,” tambah Detrick.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan