Dihantui ‘Mimpi Buruk’, Harga Emas Antam Naik Rp 5.000/gram

Harga Emas Fluktuatif, Simpan Bentuk Batangan atau Perhiasan? - Bisnis  Tempo.co

PT Equityworld Futures Medan-Harga emas Antam berbalik arah pada perdagangan Kamis (1/7/2021). Kemarin, emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini melemah Rp 5.000/gram, hari ini menguat dengan nilai yang sama.
Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas Antam satuan 1 gram dijual Rp 932.000/batang naik 0,52% dibandingkan harga kemarin. Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 87.412.000/batang atau Rp 874.120/gram.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut daftar harganya.

Kenaikan harga emas Antam mengikuti harga emas dunia yang berhasil menguat 0,5% ke US$ 1.769,8/troy ons. Meski mampu menguat, tetapi harga emas dunia sebenarnya sangat rentan melemah, bahkan merosot, sebab dolar AS sedang perkasa.

Indeks dolar AS sudah menguat 6 hari beruntun, kemarin bahkan melesat 0,42% ke 92,436 yang merupakan level tertinggi sejak awal April lalu.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika dolar menguat harganya menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga permintaannya berisiko menurun.

Melesatnya dolar AS terjadi setelah Automatic Data Processing Inc. (ADP) melaporkan sepanjang bulan Juni sektor swasta AS mampu menyerap 692.000 tenaga kerja, lebih tinggi dari survei Reuters sebanyak 600.000 tenaga kerja.

Data ini biasanya digunakan untuk memprediksi data tenaga kerja versi pemerintah yang akan dirilis Jumat besok.

Pasar tentunya menanti rilis data tersebut pada Jumat waktu waktu AS untuk melihat seberapa kuat kemungkinan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan oleh bank sentral AS (The Fed) di tahun ini.

Sebelum menaikkan suku bunga, The Fed akan melakukan tapering terlebih dahulu. Saat ini nilai QE The Fed sebesar US$ 120 miliar per bulan.

“Jika kita melihat data tenaga kerja lebih kuat dari perkiraan, maka narasi The Fed akan mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat dari ekspektasi kaan semakin menguat. Hal itu akan membuat dolar AS perkasa,” kata Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo Securities, sebagaimana dilansir CNBC International, Rabu (30/6/2021).

Penguatan dolar AS dan tapering merupakan mimpi buruk yang bisa menjadi kenyataan bagi emas. Pernah terjadi pada tahun 2013 lalu, kombinasi tersebut membuat emas masuk dalam tren bearish atau tren penurunan harga

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan