Equityworld_MedanEquityworld Futures Medan : Dolar melonjak tajam terhadap euro dalam lebih dari sepekan terakhir seiring tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang goyah di Eropa tidak sebanding dengan membaiknya perekonomian AS.

Mata uang bersama 18 negara lainnya turun setelah laporan menunjukkan produksi industri di wilayah ini merosot dan pemerintah Jerman memangkas prospek ekonomi untuk tahun ini dan berikutnya. Sementara pound jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama terkait laporan menunjukkan inflasi Inggris turun ke level 5 tahun terendahnya. Mata uang yen menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada permintaan haven, sementara mata uang dolar Kanada mencapai level terendahnya sejak Juli 2009 lalu seiring minyak mentah turun.

Dolar menguat sebesar 0,7 persen ke level $ 1,2658 per euro pada pukul 17:00 waktu New York dan naik sebesar 0,9 persen, gain intraday terbesarnya sejak 3 Oktober dan pulih sebagian dari 1 persen penurunan kemarin. Dollar AS naik sebesar 0,2 persen ke level 107,05 yen. Sedangkan yen menguat sebesar 0,5 persen ke level 135,51 per euro.

Dolar memangkas penurunan dari kemarin dipicu oleh Federal Reserve berkomentar bahwa pertumbuhan global lebih lambat mungkin menunda kenaikan suku bunga AS. Ekonomi AS akan memperluas 2,2 persen tahun ini dan 3 persen pada tahun 2015 mendatang, menurut survei Bloomberg News. Zona euro akan tumbuh 0,8 persen dan sebelumnya 1,3 persen, sementara Jepang akan memperluas 1 persen pada 2014 dan 1,2 persen pada tahun berikutnya, menurut data survei. (knc)

Sumber : Bloomberg