Dow Futures Tertekan, Aksi Cetak Rekor Baru Bisa Terjegal

Dow Jones futures rise 116 points as investor optimism returns | IG AUPT Equityworld Futures Medan-Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) bergerak variatif pada perdagangan Selasa (16/3/2021), memperkecil peluang indeeks di Wall Street menyentuh level tertinggi baru.
Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah, mengindikasikan bahwa indeks berisi 30 saham unggulan ini bakal dibuka turun 40 poin. Namun, kontrak serupa indeks S&P 500 cenderung flat sementara kontrak Nasdaq justru naik tipis.

Di tengah kian tingginya indeks bursa AS, pelaku pasar khawatir imbal hasil (yield) obligasi pemerintah (US Treasury) bakal meninggi. Oleh karenanya, mereka menanti kepastian kebijakan moneter dan proyeksi inflasi Federal Reserve (The Fed).
Bank sentral AS tersebut akan menggelar Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Meeting Committee/FOMC) yang dimulai nanti malam, diikuti pidato singkat dari bos bank sentral AS Jerome Powell.

“Pasar akan sangat mudah terpengaruh oleh kata-kata yang ada,” tutur Rick Rieder, Direktur Investasi Pasar Surat Utang BlackRock, sebagaimana dikutip CNBC International. “Jika dia tak berkata apa-apa, pasar akan terpengaruh. Jika dia banyak bicara, maka pasar akan tergerak.”

Yield obligasi tenor 10 tahun tersebut kemarin bertengger di level 1,6%, sedikit melemah dari posisi penutupan Jumat pekan lalu pada 1,63%–yang merupakan level penutupan perdagangan tertinggi sejak Februari 2020 lalu.

Jika imbal hasil meningkat, maka ekspektasi kupon obligasi di pasar primer pun meningkat yang bakal memicu kenaikan beban pembiayaan bagi emiten obligasi dan menekan kinerja keuangannya. Saham teknologi paling tertekan karena sifat bisnis mereka yang rakus modal.

Pada perdagangan Senin, indeks Dow Jones lompat 174 poin dan mencetak rekor tertinggi ke-14 sepanjang 2021, pada level 32.953,46. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 0,64% ke 3.968,94 yang merupakan level penutupan tertinggi yang ke-13 kali.

Nasdaq menjadi satu-satunya indeks yang belum mencetak rekor tertinggi baru meski kemarin telah menguat 1,05%.

Hari ini, pelaku pasar bakal memantau rilis penjualan ritel Februari dan data sentimen kontraktor perumahan yang dirilis oleh National Association of Home Builders.
Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan