Duh! Bursa Asia Mayoritas Merah, Hang Seng Merosot 0,7%

Awali Bulan Agustus, Pasar Asia Dibuka Variatif - Market Bisnis.com

PT Equityworld Futures Medan-Mayoritas bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Jumat (13/8/2021), di tengah penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (12/8/2021) waktu setempat setelah rilis data klaim pengangguran periode akhir pekan lalu.
Indeks Nikkei Jepang dibuka turun tipis 0,02%, Hang Seng Hong Kong merosot 0,71%, Shanghai Composite China melemah 0,21%, Straits Times Singapura terkoreksi 0,46%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0,11%.

Sementara dari Australia, indeks saham ASX 200 naik 0,1%, ketika investor sedang memantau perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Benua Kanguru, dengan ibu kota Canberra kembali memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) selama sepekan pada Kamis kemarin.

Beralih ke Amerika Serikat (AS), bursa saham Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Kamis (12/8/2021) waktu setempat, setelah data pengangguran menunjukkan arah pemulihan di tengah moderatnya pertumbuhan harga dari sisi produsen.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik tipis 0,04% ke level 35.499,85, sedangkan S&P 500 menguat 0,3% ke level 4.460,83 dan kembali mencetak rekor terbaru, serta Nasdaq Composite bertambah 0,35% ke posisi 14.816,26.

Di indeks S&P, sektor perawatan kesehatan dan teknologi mengungguli indeks pada perdagangan kemarin, dengan kenaikan masing-masing sekitar 0,8% dan 0,6%. Sementara saham energi, industri, dan material tertinggal.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim tunjangan pengangguran baru pekan lalu berada di angka 375.000, atau sama seperti estimasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 375.000. Angka itu juga lebih baik jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yakni 385.000.

Adapun untuk indeks harga produsen (producer price index/PPI) per Juli berada di angka 0,9% (bulanan) atau sedikit lebih tinggi dari proyeksi ekonom yang memperkirakan angka 0,6%. Posisi itu masih lebih rendah dari capaian Juni sebesar 1%.

Data terbaru dari PPI datang sehari setelah Departemen Tenaga Kerja mengatakan harga konsumen melonjak 5,4% dari tahun sebelumnya, untuk bulan Juli, dan 0,5% dari bulan sebelumnya. Sedangkan inflasi inti hanya naik hanya 0,3% pada bulan Juli, di bawah perkiraan pasar yang memperkirakan kenaikan 0,4%.

Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun yang menjadi acuan pasar surat utang pemerintah AS menguat 0,2 basis poin (bp) menjadi 1,361%, setelah kemarin sempat melemah merespons stabilnya angka inflasi

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan