Equityworld Futures Medan : Ekonomi Amerika Serikat(AS) kian terpuruk. Padahal, ekonomi AS cemerlang pada tahun 2013 dan 2014. Tapi memasuki tahun 2015, perekonomian AS diprediksi akan menunjukkan kian melemah. Padahal pada tahun 2013, perekonomian AS mencatatkan kinerja terbaiknya sejak empat tahun terakhir.

Melansir CNN Money, Selasa (31/3/2015), memasuki tiga bulan pertama di 2015, ekonomi Negara Adidaya tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahannya. Para ekonom di AS menyimpulkan, goyahnya ekonomi AS ini disebabkan oleh dua faktor. Pertama, upah buruh yang naik tidak signifikan dan melambatnya ekonomi negara di dunia yang secara langsung memberi tekanan pada ekonomi AS.

“Konsumen benar-benar tidak menendang dengan kecepatan penuh ke depan. Kita akan melewati sebuah fase yang tenang,” kata Ekonom dari Rockwell Global Capital, Peter Cardillo.

Seperti diketahui, upah buruh per jam di AS pada bulan Februari hanya tumbuh sebesar 2 persen. Ini jauh dari target The Fed yang menargetkan sekira 3,5 persen. Pertumbuhan ini dianggap sangat sedikit bagi masyarakat untuk bisa memulihkan perekonomian AS.

Selain itu, melemahnya perekonomian negara-negara maju lainnya di dunia juga turut memberi tekanan pada ekonomi AS. “Perekonomian dunia sekarang melambat. Jika AS diibaratkan kelinci, maka negara-negara di dunia diibaratkan adalah kura-kura,” kata Kepala Economic Outlook Group, Bernard Baumohl.

Sebagai contoh, saat ini perekonomian negara-negara di Eropa kini mulai bergerak lambat setelah selama bertahun-tahun tumbuh dengan cepat. Krisis ekonomi masih melanda Yunani hingga saat ini. Di Asia, perekonomian Jepang juga terus terperosok ke dalam deflasi.

Ekonom dari Universitas Johns Hopkins Laurence Ball berpendapat, semua tekanan yang melanda perekonomian AS diibaratkan seperti rollercoaster. “Dilema penguatan dolar, prospek konsumen yang melamban, kenaikan suku bunga The Fed, semuanya masih harus menempuh jalan yang panjang untuk kembali normal,” ucapnya.
(mfa)