Emas Bakal Sentuh US$ 1.930, Emas Antam Kok Stagnan 2 Hari?

Emas Diproyeksi Sulit Mengilap Pekan Depan, Ini Sentimennya - Market  Bisnis.comPT Equityworld Futures Medan-Harga saham emas global diprediksi bakal bergerak antara US$ 1.920 – US$ 1.930/troy ounce dengan catatan ada terjadi kesepakatan stimulus jumbo dari pemerintah AS.
“Jika ada semacam kesepakatan tercapai [stimulus], emas akan naik bersamaan dengan pasar saham. Ini menjadi fokus awal kembalinya tren harga emas yang naik, dengan target US$ 1.920 – US$ 1.930 per ounce,” tulis MKS PAMP Group, perusahaan trader emas global asal Swiss, dilansir Kitco, Rabu (21/10/2020).

MKS memandang sentimen stimulus memang masih dinantikan pasar. “Kami terus melihat minat adanya penurunan harga emas US$ 1.900, namun ada level tahanan di posisi US$ 1.915 – US$ 1.920 yang membebani level harga yang menyempit.”

“Semua mata tertuju pada kesepakatan tentang stimulus AS yang dapat dicapai, di mana perbedaan dengan perwakilan Partai Demokrat [soal stimulus] mulai menyempit.”

“Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berencana membahas lagi hari ini [Selasa] dalam upaya terakhir agar RUU [tentang stimulus] disahkan sebelum pemilihan presiden [3 November].”

Pada perdagangan Selasa malam pukul 22.40 WIB tadi malam, data Kitco mencatat harga emas spot diperdagangkan di level US$ 1.907/troy ounce.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada Minggu mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong agar stimulus bisa tercapai sebelum pemilihan dan Selasa (20/10) adalah batas waktunya.

“Kabar stimulus yang maju-mundur diperparah dengan memburuknya tren kasus virus corona dan ketidakpastian menjelang pemilu tentunya mengkhawatirkan pasar,” kata Mona Mahajan, Ahli Strategi Investasi AS, Allianz Global Investors, New York, dilansir CNBC International.

Minggu lalu, Gedung Putih telah mengajukan paket stimulus sebesar US$ 1,8 triliun, namun ini ditolak oleh Pelosi, karena dinilai terlalu rendah, ia meminta Gedung Putih untuk mengeluarkan sebesar US$ 2,2 triliun.

“Terlepas dari kabar mana yang berhasil jika stimulus tidak tercapai,” seru Mahajan.

Namun ia menambahkan “tetapi dengan [virus] yang kembali meningkat, maka stimulus masih dianggap penting.”

Pada Selasa pagi (20/10/2020), harga emas di pasar spot melorot 0,1%. Pada 08.35 WIB, harga logam mulia emas dibanderol di US$ 1.901,96/troy ons. Pada perdagangan Senin, harga emas ditutup di US$ 1.904,27/troy ons.

Dalam sebuah laporan yang ditulis oleh analis Commerzbank, Daniel Briessman, menganalisis, pergerakan harga emas dipengaruhi oleh tiga hal yakni diskusi soal stimulus, kenaikan kasus Covid-19 dan juga Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa).

Besarnya stimulus yang digelontorkan membuat depresiasi nilai tukar terutama dolar AS. Ekspektasi inflasi yang tinggi di masa mendatang juga meningkat. Investor berlari dan biasanya mencari suaka dengan memasukkan emas ke dalam portofolio investasinya sehingga turut mengerek harganya.

Harga emas sudah menguat lebih dari 25% sepanjang tahun ini akibat masifnya stimulus yang digelontorkan pemerintah maupun bank sentral.

Di sisi lain kasus infeksi Covid-19 yang terus meningkat di seluruh dunia semakin mencemaskan dan membuat prospek perekonomian global menjadi suram.

“Emas memulai minggu baru perdagangan sedikit lebih kuat pada US$ 1.900 per troy ounce. Harga emas mendapatkan dukungan dari kenaikan tajam dalam kasus virus corona baru, yang memicu kekhawatiran di antara para pelaku pasar,” kata Briessman, mengutip Kitco.

Lalu beralih ke Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Negeri Ratu Elizabeth harus bersiap untuk menerima Hard Brexit jika Uni Eropa tak menyetujui perjanjian perdagangan bebas.

“Minggu-minggu berikutnya akan menunjukkan apakah kedua belah pihak dapat bertemu satu sama lain dan bisa mengambil jalan tengah dan menghindari kerusakan [ekonomi] yang lebih substansial. Emas harus mendapat untung dari ketidakpastian ini, menurut pendapat kami,” kata Briesemann.

Kembali ke AS, perhelatan akbar pemilu kurang dari dua minggu lagi. Pasar juga mengantisipasinya. Siapapun yang bakal menjadi Presiden Negeri Adikuasa, harga emas diperkirakan bakal lanjut reli.

Namun jika Joe Biden dari Partai Demokrat yang menang, ada kemungkinan reli emas lebih kencang karena Partai Biru AS tersebut cenderung lebih berani ‘menghamburkan’ uang. Hal ini terlihat dari usulan nominal stimulus yang diajukan sangatlah besar.

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, stagnan pada perdagangan Selasa kemarin (20/10/2020).

Hal yang sama juga terjadi Senin kemarin. Harga emas dunia yang bergerak votatil sementara rupiah yang stabil membuat emas Antam stagnan 2 hari terakhir.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas batangan satuan 1 gram, Selasa kemarin, dibanderol Rp 1.008.000/batang, sama dengan harga Senin kemarin, juga Sabtu pekan lalu. Sementara satuan 100 gram, juga mager di Rp 95.012.000/batang atau Rp 950.120/gram

Nilai tukar rupiah pada Senin berakhir stagnan di Rp 14.670/US$, pada pekan lalu mata uang Garuda juga cenderung stabil dengan hanya menguat 0,03%.

Pada Selasa kemarin, penutupan perdagangan rupiah menguat 0,14% ke Rp 14.650/US$.

Rupiah menjadi salah satu faktor yang menentukan harga logam mulia di dalam negeri. Sebab emas dunia dibanderol dengan dolar AS, kala Mata Uang Garuda menguat maka harga emas dunia akan menjadi lebih murah jika dikonversi ke rupiah.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan