Equityworld_MedanEmas naik untuk pertama kalinya dalam 4 hari terkahir terkait spekulasi bahwa harga dekati level terendah sejak Juni lalu yang akan mendorong pembelian, hal tersebut akibat para investor mengkaji kenaikan ekonomi AS dan outlook akan suku bunga pinjaman.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebesar 0.2% ke level $1,268.01 per ounce yang sebelumnya diperdagangkan pada level $1,266.48 pukul 11:25 pagi waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg. Kemarin indeks kenaikan relatif selama 14 hari turun ke level 3 bulan terendahnya sebesar 33.6. Angka pembacaan dibawah 30 memberikan sinyal bagi beberapa investor yang mempelajari diagram technical harga dipekrirakan akan rebound.

Kemarin harga turun di level $1,262.60, level harga terendah sejak 17 Juni lalu, setelah manufaktur AS naik ke level tertingginya sejak Maret 2011 silam, sehingga mendongkrak dollar naik. Hari ini Indeks Spot Dollar Bloomberg dekati level 7 bulan tertingginya. Rilis data pada 5 September mendatang diperkirakan akan menunjukkan payroll AS Agustus lalu naik lebih dari 200,000, kenaikan bulan ke-7 secara berturut-turut.

Tahun lalu emas mengalami penurunan sebesar 28% terkait perkiraan bahwa Federal Reserve akan mengurangi stimulus seiring dengan membaiknya ekonomi. Hasil pertemuan bank sentral, saat pembelian obligasi bulanan dipangkas ke-6 kalinya, memberikan sinyal bahwa pemerintah akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2014 ini harga telah reli sebesar 5.4% akibat konflik di Timur Tengah dan Ukraina yang telah mendorong permintaan aset safe haven. Kemarin Russia memberikan AS kritik terkait Ukraina, sementara grup ekstirm Negara islam merilis video yang menunjukkan pemenggalan jurnalis Amerika. (bgs)

Sumber : Bloomberg