Emas Sedang Ngos-ngosan, Pagi Ini Harga Tak Gerak

Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael DalderPT Equityworld Futures Medan-Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas tak beranjak dari level penutupan kemarin. Sentimen yang campur aduk membuat harga emas dunia cenderung stabil beberapa hari terakhir.

Kamis (18/6/2020), harga emas dunia di pasar spot flat. Pada 08.00 WIB, emas dibanderol di harga yang sama dengan posisi penutupan kemarin di US$ 1.726,27/troy ons. Harga emas cenderung stabil di pekan ini.

Sentimen memang sedang campur aduk. Rilis penjualan ritel bulan Mei Amerika Serikat (AS) yang melonjak 17,7% dibanding bulan April memang jadi tanda ekonomi Negeri Paman Sam sedang on track pada periode pemulihan menyusul terciptanya 2,5 juta lapangan kerja di bulan yang sama.

Namun di sisi lain prospek ekonomi ke depan masih diliputi dengan ketidakpastian terutama dari perkembangan kasus pandemi corona. Ketua bank sentral AS the Fed Jerome Powell mengatakan akan menggunakan berbagai cara untuk menyelamatkan perekonomian.

Kebijakan yang paling baru adalah the Fed akan membeli obligasi korporasi langsung di pasar sekunder. Padahal sebelumnya the Fed hanya membeli Exchange Traded Fund (ETF)-nya saja.

Selain itu the Fed juga akan menahan suku bunga acuan mendekati nol persen untuk waktu yang agak lama, setidaknya hingga 2022. the Fed menilai ekonomi AS butuh waktu untuk pulih kembali.

Kongres AS setidaknya telah mengalokasikan hampir US$ 3 triliun dolar bantuan keuangan dan the Fed telah memompa triliunan dolar stimulus untuk meredam dampak ekonomi akibat merebaknya wabah corona di AS.

Di sisi lain ancaman seputar gelombang kedua wabah juga masih menjadi sorotan pelaku pasar. Hingga 16 Juni kemarin, Beijing melaporkan sudah ada tambahan 137 kasus infeksi corona baru yang disinyalir berasal dari pasar makanan Xinfadi.

Pemerintah terus berupaya untuk menangani wabah agar tidak menyebar luas. Reuters melaporkan, aktivitas penerbangan di bandara internasional di Beijing di tutup dan orang-orang yang sudah terlanjur memesan tiket kereta akan mendapat refund.

Jika melihat risiko ketidakpastian yang masih besar seperti saat ini, maka sebenarnya prospek emas masih positif. Emas merupakan aset minim risiko (safe haven) yang diburu oleh investor kala kondisi ekonomi sedang tidak kondusif.
Baca: Harga Emas Dunia Diprediksi Mentok US$ 2.000/oz, Yakin Gak?

Di sisi lain rendahnya suku bunga, banjir stimulus yang diberikan oleh pemerintah dan bank sentral global juga menjadi faktor lain yang membuat prospek emas masih cerah.

Untuk saat ini tekanan deflasi memang tinggi. Namun ke depan ada potensi inflasi yang tinggi terjadi, sehingga emas sebagai aset lindung nilai (hedging) jadi kian menarik untuk dibeli.

Afshin Nabavi selaku senior vice president trader logam mulia di MKS SA mengatakan investor memanfaatkan momentum saat ini untuk trading emas di US$ 1.730 – US$ 1.735 di rentang atas dan US$ 1.710 – US$ 1.715 di rentang bawah

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan