Equityworld_MedanEmas tetap stabil di atas level $ 1.260 per ons pada hari Senin, menempel keuntungan dari sesi sebelumnya terkait mengecewakannya laporan nonfarm payrolls AS yang menekan dolar, dengan investor juga melirik perkembangan krisis Ukraina.

Spot emas sempat sedikit turun ke level $1,267.54 per ons pukul 07:30 di Singapura, menyusul kenaikan sebesar 0,6 persen pada hari Jumat pasca rilis data menunjukkan pengusaha mempekerjakan jumlah pekerja paling sedikit dalam delapan bulan terakhir pada bulan Agustus, memberikan Federal Reserve untuk lebih berhati-hati dengan lebih banyak alasan untuk menunggu lebih lama sebelum menaikkan suku bunga.

Tapi emas sebagai safe haven membukukan penurunan mingguan pasca Ukraina dan pemberontak pro-Rusia menyepakati gencatan senjata, ini dipandang sebagai langkah pertama untuk mengakhiri konflik di timur Ukraina. Pelemahan Euro juga memukul harga emas.

Mencerminkan meningkatnya sentimen investor, hedge funds dan manager uang untuk menurunkan taruhan bullish untuk kontrak futures dan opsi emas untuk minggu ketiga berturut-turut ke level terendah sejak Juni lalu, menurut CFTC (Commodity Futures Trading Commission) pada hari Jumat.

Investor pekan ini mengamati situasi di Ukraina untuk setiap memburuknya ketegangan yang dapat menyebabkan meningkatnya permintaan emas sebagai safe-haven. Pertempuran sudah berkobar di timur Ukraina pada minggu malam, membahayakan perjanjian gencatan senjata pada dua hari sebelumnya.

Fokus juga tertuju data perdagangan China yang akan dirilis pada hari ini yang kemungkinan bisa menambah tanda-tanda terbaru dari melemahnya perekonomian No 2 dunia tersebut. (izr)

Sumber: Reuters