Emasnya, Bu Haji! Cek Dulu Harga Emas Pegadaian Hari Ini

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan- PT Pegadaian (Persero) telah merilis harga emas untuk hari ini. Untuk ukuran masyarakat awam, harga sang logam mulia masih mahal sehingga layak untuk dijadikan sarana berinvestasi.
Hari ini, Minggu (18/10/2020), berikut perkembangan harga emas di Pegadaian:

Meski masih mahal, tetapi sejatinya harga emas di Pegadaian cenderung turun. Harga emas di Pegadaian tentunya mengikuti pergerakan di level dunia, yang pekan ini anjlok hampir 1,6% secara point-to-point.

Koreksi harga emas terjadi seiring penguatan nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Dalam sepekan terakhir, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,71%.

Harga emas dan kurs dolar AS memiliki hubungan terbalik. Sebab, emas adalah komoditas yang dibanderol dengan mata uang Negeri Paman Sam.

Ketika dolar AS menguat, maka emas akan menjadi mahal buat investor yang memegang mata uang lain. Ini membuat permintaan emas menurun sehingga harganya terpangkas.

Pekan ini, penguatan dolar AS disebabkan setidaknya oleh dua faktor. Pertama adalah ketidakpastian soal stimulus fiskal di AS.
House of Representatives (salah satu dari dua kamar yang membentuk Kongres AS) menolak proposal stimulus senilai US$ 1,8 triliun dari Gedung Putih. Steven Mnuchin, Menteri Keuangan AS, sampai agak putus asa dan berujar stimulus akan susah digolkan sebelum pemilihan presiden (pilpres) pada 3 November mendatang. Maklum, kepentingan politik begitu kental pada masa-masa tersebut.

Kedua, pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) kian mengkhawatirkan. Kini Eropa yang sedang menjadi sorotan.

Per 16 Oktober 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah pasien positif corona di Benua Biru adalah 7.570.929 orang. Bertambah 153.299 orang dibandingkan posisi hari sebelumnya, rekor tertinggi sejak virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut mewabah di Eropa.

Dalam 14 hari terakhir (3-16 Oktober), rata-rata pasien baru bertambah 108.554 orang per hari. Melonjak dibandingkan 14 hari sebelumnya yakni 67.195 orang.

“Optimisme pelaku pasar terpukul pekan ini. Penyebabnya adalah kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona dan stimulus AS. Ini menguntungkan bagi dolar AS,” sebut Joe Manimbo, Senior Market Analyst di Western Union Business Solutions yang berbasis di Washington, sebagaimana diwartakan Reuters.

Saat situasi penuh ketidakpastian, investor memilih bermain aman dengan memborong aset-aset safe haven seperti dolar AS. Hasilnya, dolar AS semakin perkasa sehingga menekan harga emas dunia.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tinggalkan Balasan