Equityworld Futures – Setelah mencapai harga tertinggi tahun ini Senin (10/10) lalu, harga gas alam akhirnya terkoreksi. Mengutip Bloomberg, pada Rabu (12/10) pukul 18.32 WIB, harga gas alam untuk pengiriman November 2016 di New York Mercantile Exchange bertengger di US$ 3,19 per mmbtu, turun 1,27 persen dari hari sebelumnya US$ 3,23 per mmbtu.

Dalam sepekan, harga gas masih menanjak 5,10 persen. Wahyu Tri Wibowo, analis Central Capital Futures mengatakan, penurunan harga ini merupakan dampak aksi ambil untung. “Itu adalah hal yang wajar,” kata dia. Wahyu melihat, harga komoditas energi dalam kondisi prima, kecuali komoditas yang sifatnya risk speculative, seperti emas dan perak.

“Bahkan saat dollar AS sedang kuat, terutama terhadap poundsterling,” kata Wahyu. Dia melihat, fundamental komoditas energi memang lebih baik dari komoditas lainnya karena cenderung tidak tersengat isu global, seperti keluarnya Inggris dari Uni Eropa dan kenaikan suku bunga The Fed.

Harga gas masih berpeluang naik lagi menjelang akhir tahun. Kenaikan ini dipicu oleh bertumbuhnya permintaan gas alam pada musim dingin dan wacana pemangkasan produksi minyak anggota OPEC yang dapat mengangkat harga minyak.

“Dengan naiknya harga minyak, harga gas alam juga akan terbantu naik,” ungkap Wahyu.

Wahyu melihat, di sektor energi, masalah pasokan masih menjadi salah satu pendorong kenaikan harga. Selama harga anjlok beberapa saat lalu, banyak perusahaan energi dan pertambangan yang rugi bahkan bangkrut. Beberapa terpaksa mengurangi produksi demi menekan biaya.

Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka, memprediksi, harga gas alam akan terus koreksi hingga rilis neraca perdagangan negeri China hari ini. “Prediksinya, impor China menurun, hal ini pasti akan mempengaruhi harga gas alam,” kata Ibrahim.

Departemen Ketenagakerjaan AS pun akan merilis data klaim pengangguran Kamis ini. Klaim pengangguran AS diprediksi naik menjadi 252.000 dari pekan sebelumnya 249.000 orang.

Secara teknikal, Ibrahim melihat harga gas berpotensi menguat karena indikator stochatic sudah berada di 60 persen positif. Tapi indikator bollinger band dan moving average bergerak di atas bollinger bawah. Sedangkan indikator moving average convergence divergence berada di area 70 persen negatif.

Ibrahim memprediksi harga gas alam akan bergerak pada kisaran US$ 3,18-US$ 3,20 per mmbtu pada hari ini. Sedang dalam sepekan ke depan, ia menghitung harga gas alam akan bergerak di range pergerakan US$ 3,17-US$ 3,25 per mmbtu.

Sumber: Kontan.co.id

Equityworld Futures Medan