Fund Manager Mulai Belanja, IHSG Berhasil Menguat

Fund Manager Mulai Belanja, IHSG Berhasil MenguatPT Equityworld Medan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka di zona hijau melanjutkan penguatan yang terjadi pada perdagangan kemarin.

Kemarin indeks bursa saham tanah air itu menguat 0,33% ke level 5.886,96. Pagi ini, Rabu (19/2/2020) IHSG dibuka di 5.898,9 atau terapresiasi 0,2% naik hampir 11 poin. IHSG berpotensi menguji level psikologis 5.900 setelah hampir sepekan keluar dari level tersebut.

IHSG bergerak berlawanan arah dengan mayoritas bursa saham Asia lainnya. Indeks bursa saham Shang Hai Composite pagi ini ditransaksikan melemah 0,32%, indeks Hang Seng turun 0,19% dan indeks Kospi berkurang 0,37%.

Epidemi virus corona yang berpusat di China masih menjadi sorotan para pelaku pasar. Walau sudah menyebar ke 28 negara lain dan jumlahnya terus bertambah, kasus infeksi virus mematikan ini masih paling banyak dilaporkan di China.

Hingga pagi ini, data John Hopkins University CSSE menunjukkan sudah ada 75.198 kasus orang positif terinfeksi virus yang menyebabkan pneumonia ini. Mayoritas kasus ditemukan di China sebanayak 74.185 kasus.

Jumlah kasus meninggal juga bertambah menjadi 2.009 orang. Sebanyak 2.004 orang meninggal dilaporkan di China dan 5 lainnya dilaporkan di lima negara masing-masing satu yaitu Hong Kong, Perancis, Jepang, Filipina dan Taiwan.

Sentimen virus corona yang akan memukul perekonomian dunia juga menjadi kian nyata. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh beberapa bank investasi, lembaga riset global hingga institusi pemeringkat efek menunjukkan bahwa virus yang kini sudah disebut sebagai pandemi ringan ini berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi China yang akan berpengaruh pada ekonomi global.

Morgan Stanley salah satu bank investasi yang memperkirakan dampak virus corona dapat memangkas pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) China hingga 0,8-1,3 persen poin pada semester I 2020. Sementara studi yang dilakukan oleh S&P Global mengatakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dapat terpangkas hingga 1,3 persen poin.

China memang negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia setelah AS. Di era globalisasi seperti sekarang ini, perekonomian global menjadi terintegrasi dan saling terhubung.

Sehingga apa yang terjadi di suatu negara dampaknya bisa dirasakan oleh negara lain. Apalagi negara tersebut merupakan negara tersebut memiliki perekonomian terbesar kedua di dunia.

Pasar saham tanah air memang bergerak menguat dan berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia. Maklum sejak awal tahun IHSG memang masih dalam kondisi terperosok dan mencatatkan kinerja yang masih negatif.

Saat ini pasar juga tengah mencermati apakah Bank Indonesia (BI) akan memberikan kelonggaran moneter atau tidak. Besok Gubernur BI Perry Warjiyo dan sejawat akan mengumumkan tingkat suku bunga acuan edisi Februari 2020.

Menurut poling yang dihimpun CNBC Indonesia, pasar terbelah. Dari 11 institusi yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus pasar CNBC Indonesia, enam di antaranya memperkirakan suku bunga acuan bertahan di 5%. Sisanya meramal BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%.

Jika BI selaku otoritas moneter menetapkan tingkat suku bunga acuan turun, maka hal tersebut akan menjadi stimulus di tengah ancaman perlambatan ekonomi global akibat virus corona dan berpotensi menjadi sentimen positif untuk bursa saham tanah air.

Selain itu para pelaku pasar mengatakan, fund manager sudah mulai belanja setelah banyak terhimpit karena kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan