Geger Evergrande! Indeks Shanghai Ambles, Nikkei Galau

A woman receives aid on the ground next to Du Liang, general manager and legal representative of Evergrande's wealth management division, while people gather to demand repayment of loans and financial products at the Evergrande's headquarters, in Shenzhen, Guangdong province, China September 13, 2021. REUTERS/David Kirton  REFILE- CORRECTING NAME

PT Equityworld Futures Medan- Bursa Asia dibuka cenderung melemah pada perdagangan Rabu (22/9/2021), di mana investor memantau pergerakan pasar saham China yang kembali dibuka setelah dua hari ditutup karena libur nasional.
Indeks Nikkei Jepang kembali dibuka melemah 0,37%. Namun selang sekitar 90 menit, Nikkei berhasil menguat tipis 0,07%. Sedangkan Shanghai Composite China dibuka ambles 1,1%, dan Straits Times Singapura dibuka terkoreksi 0,24%

Sementara untuk indeks Hang Seng Hong Kong dan KOSPI Korea Selatan tidak dibuka karena sedang libur nasional memperingati Hari Festival Pertengahan Musim Gugur (mid-autumn).

Pasar saham China kembali dibuka pada hari ini setelah libur selama dua hari. Investor akan mengamati reaksi pasar saham China terhadap dampak

Di lain sisi, pasar juga mengamati pengumuman suku bunga acuan bank sentral China dan Jepang pada hari ini.

Konsensus Tradingeconomics memperkirakan Bank sentral China (People Bank of China/PBoC) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya pada hari ini, di mana suku bunga pinjaman tenor 1 tahun tetap di level 3,85%, sedangkan suku bunga pinjaman tenor 5 tahun di level 4,65%.

Selain China, bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) juga akan mengumumkan suku bunga acuan terbarunya, di mana Tradingeconomics memperkirakan BoJ juga akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level -0,1%.

Beralih ke Amerika Serikat (AS), bursa Wall Street ditutup beragam dengan mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (21/9/2021) waktu setempat atau dini hari tadi waktu Indonesia, di tengah aksi investor yang mulai membeli saham di saat koreksi terjadi atau buy on weakness.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 gagal menembus kembali level penguatan pada perdagangan kemarin, di mana Dow Jones ditutup melemah 0,15% ke level 33.919,84, dan S&P 500 turun tipis 0,08% ke level 4.354,16.

Sedangkan Nasdaq Composite berhasil rebound ke zona hijau dengan menguat 0,22% ke posisi 14.746,4. Berhasil rebound-nya Nasdaq didorong oleh aksi buy on weakness investor di saham teknologi, terutama di saham Apple.

Sebelum Dow Jones dan S&P 500 gagal rebound, sebenarnya kedua indeks utama di Wall Street tersebut sempat bergairah kembali menyusul aksi buy on weakness oleh investor.

Pelaku pasar mengantisipasi hasil rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan diumumkan dini hari besok waktu Asia, demikian juga dengan proyeksi ekonomi kuartalan mereka yang populer disebut dot plot. Ketua The Fed, Jerome Powell telah mengatakan bahwa tapering (pengurangan suntikan likuiditas ke pasar) bisa dimulai tahun ini.

″Kita akan melihat apakah ada bukti bahwa dot plot The Fed tidak muncul dengan isi yang menakutkan pasar… kita juga harus melihat ada-tidaknya bukti bahwa pemerintah China akan mengambil langkah [terkait Evergrande],” tutur Yung-Yu Ma, Kepala Perencana Investasi BMO Wealth Management, seperti dikutip CNBC International.

Di lain sisi, kekhawatiran terkait dengan risiko penyebaran virus corona (Covid-19) varian delta yang kian meluas juga mulai berkurang, setelah Johnson & Johnson (J&J) melaporkan bahwa suntikan vaksinnya memiliki efektivitas hingga 94%

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan