Equity World Medan – Gubernur Sumatera Utara ( Sumut) Erry Nuradi meninjau dimulainya uji coba operasional kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) asal Turki di pusat pembangkit listrik PLN Sicanang, Belawan, Sumatera Utara,  Minggu (4/6/20170.

Dia optimistis masalah listrik di Sumut yang sudah 30 tahun melanda dapat teratasi. Dia juga mengungkapkan, saat ini pembangkit listrik di Sarulla, Pangkalan Susu dan pembangkit listrik mini sedang dalam tahap pembangunan.

“Tiga tahun mendatang, pasokan listrik dari pembangkit yang ada nanti cukup menjamin kebutuhan listrik Sumatera Utara. Tidak ada lagi pemadaman, secara teknis listrik kita cukup,” kata Erry, Minggu (4/6/2017) usai berbuka puasa bersama.

Dirinya lalu menyebutkan berbagai kemajuan lain seperti pembangunan infrastruktur jalan serta sistem pelayanan pemerintahan yang semakin baik.

Di antaranya pembangunan jalan tol jalur cepat sepanjang 100 kilometer yang pada prosesnya membutuhkan peran serta pemerintah provinsi (Pemprov) dalam pembebasan lahan. Dan penerapan sistem penerimaan siswa baru khusus SMA/SMK jalur online.

Sehingga kompetisi masuk sekolah negeri menjadi transparan dan sesuai dengan kemampuan calon peserta didik.

“Saya berharap pada peresmian penggunaan Kapal MVPP nanti dihadiri langsung Presiden Jokowi. Termasuk meresmikan penggunaan jalan tol yang pada momentum arus mudik nantinya akan bisa dilewati sebagai proses uji coba sebelum digunakan resmi dan berbayar,” ucapnya tanpa menyebutkan tanggal pastinya.

Direktur PLN Regional Sumatera Amir Rosidin mengatakan, dengan kemajuan yang ada sekarang ini, akan mampu menyelesaikan persoalan byar-pet yang selalu menjadi masalah di masyarakat Sumut.

Sementara anggota DPD RI Parlindungan Purba mengaku optimis dengan upaya pemerintah pusat dan provinsi dalam menyelesaikan persoalan pasokan listrik yang ada.

“Dengan adanya pembangunan pembangkit listrik oleh PLN dan pihak swasta, cadangan yang dimiliki mencapai 50 persen,” kata Parlindungan.

Sebelumnya, pada Senin (30/5/2017) malam, Erry menyatakan, kapal pembangkit listrik MVPP akan beroperasi pada 3 Juni 2017.

“Saat ini sedang dalam proses instalasi, menurut laporan PLN awal Juni atau 3 Juni kapal ini dapat beroperasi. Dari sisi kebutuhan listrik jelas tidak akan defisit lagi. Kecuali ada kendala ataupun kerusakan teknis,” kata Erry.

Dikatakan Erry, dari laporan PLN selama Ramadhan masih terjadi pemadaman listrik karena adanya kerusakan teknis. Seperti pemadaman di kawasan Jalan Setia Budi Medan disebabkan pohon tumbang menimpa instalasi listrik. Selain itu ada juga trafo yang terbakar diakibatkan overload.

“Mohon dukungan masyarakat, pemakaian listrik haruslah memakai meteran, jangan curi arus. Sebab kalau mencuri arus maka tidak akan terpantau kondisi daya listrik serta daya tahan trafo di lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Menurut informasi yang diterimanya dari PLN, kebutuhan daya listrik di Sumatera Utara dan Aceh mencapai yang 1.850 Mega Watt (MW) sudah dapat dipenuhi.

Namun karena PLN hanya memiliki cadangan daya sedikit maka terjadi pemadaman apabila ada kerusakan. Kehadiran kapal MVPP akan menambah cadangan daya listrik sebesar 240 MW.

“Kalau ada masalah atau pembangkit sedang drop kita masih punya defisit 240 MW dari MVPP. Surplus ini dapat diberikan ke provinsi lain,” imbuhnya.

Ditanya soal reward yang akan diberikan Erry kepada PT PLN jika tidak memadamkan listrik selama Ramadhan, Erry mengatakan akan mempertimbangkannya kembali sebab selama bulan suci ini masyarakat tetap merasakan kegelapan.

“Saya bilang kalau tidak ada pemadaman maka saya akan beri reward. Ini kan ada pemadaman tapi karena masalah teknis. Nantilah kita lihat, asal jangan terus-terusan karena masalah teknis,” pungkasnya.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures

EWF Medan