Habis Berjatuhan Kemarin, Bursa Asia Dibuka Sumringah

Bursa Asia Naik karena Risalah Pertemuan Kebijakan Moneter BoJPT Equityworld Futures Medan- Bursa saham Asia kompak dibuka menguatpada Jumat (29/1/21), menyusul penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada Kamis (28/1/21) waktu setempat, setelah sehari sebelumnya ditutup terkoreksi parah.
Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,44%, Hang Seng Hong Kong melesat 1,38%, Shanghai Composite China tumbuh 0,63%, Straits Times Index (STI) Singapura terapresiasi 0,74%, dan KOSPI Korea Selatan melonjak 0,99%.

Di Asia, data tingkat pengangguran di Jepang Desember 2020 tercatat masih sama dengan periode sebelumnya, yakni di level 2,9%

Investor mencermati perkembangan virus corona (Covid-19) setelah perusahaan bioteknologi Novavax mengatakan bahwa vaksinnya lebih dari 89% efektif dalam melindungi terhadap Covid-19.

Sebuah studi menemukan bahwa vaksin tersebut tampaknya 85,6% efektif melawan varian Inggris. Namun, studi fase dua yang terpisah di Afrika Selatan menunjukkan bahwa vaksin tersebut hampir tidak seefektif virus baru yang menyerang negara tersebut.

Secara global, virus corona telah menginfeksi lebih dari 101,25 juta orang sementara setidaknya 2,18 juta orang meninggal dunia.

Beralih ke Barat, bursa saham Wall Street sukses ditutup menguat pada perdagangan Kamis (28/1/2021) waktu setempat, setelah rilis kinerja keuangan perusahaan-perusahaan raksasa yang kinclong serta harapan akan pemulihan ekonomi yang akan rebound dengan kuat.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melesat 0.99% ke level 30.603,36. S&P 500 melonjak 0.98% ke posisi 3.787,38 dan Nasdaq Composite tumbuh 0,5% ke 13.337,16.

Saham-saham siklus, yang diuntungkan dengan pemulihan ekonomi yang kuat, masuk ke daftar saham yang melesat kencang pada perdagangan kemarin.

Salah satunya tak lain dan tak bukan tentunya saham perbankan dan alat pembayaran yang melesat dimana pasar memprediksi ekonomi akan membaik dalam beberapa bulan ke depan setelah kontraksi ekonomi terparah sejak 1946.

Sementara itu, di kuartal keempat Produk Domestik Bruto AS (GDP) tumbuh 4% secara tahunan, meskipun sepanjang 2020 ekonomi terkontraksi 3,5% dibandingkan dengan tahun lalu karena anjlok pada kuartal kedua.

Para Ekonomi juga bertaruh bahwa masa-masa terburuk pandemi corona akan terlewati pada kuartal pertama tahun 2021.

“Mengenai prospek GDP, pertumbuhan Q1 akan tertekan karena bulan November dan Desember 2020 menciptakan momentum yang sangat negatif ketika pergantian tahun, akan tetapi apabila bulan Februari seperti yang diprediksikan, akan menciptakan momentum yang baik untuk Q2,” ujar Jefferies

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan