Harga Emas Antam Bisa Tembus Rp 900.000 Lagi Gak Ya?

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas Antam pada perdagangan Senin kemarin (6/7/2020) kembali membukukan kenaikan di tengah kekhawatiran atas lonjakan infeksi virus corona kembali menghantui pemulihan ekonomi yang baru lahir, mendorong investor untuk mencari logam safe haven.

Meski harga emas Antam hanya naik Rp 1.000 alias seceng atau 0,11% menjadi Rp 873.120/gram dari perdagangan sebelumnya. Namun, ini merupakan kenaikan untuk ketiga hari berturut.

Harga ini mengacu pada harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram yang lumrah dijadikan acuan transaksi secara umum yang naik sebesar 0,11% berada di Rp 87,112 juta dari harga sebelumnya Rp 87,012 juta per batang.

Sebelumnya, pada perdagangan Sabtu (4/7/2020) harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini melonjak Rp 2.000 pada Rp 872.120/gram dari harga Jumat yakni Rp 870.120/gram.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam Senin (6/7/2020) naik seribu ke Rp 931.000/gram setelah naik Rp 2.000 ke Rp 930.000/gram pada Sabtu.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik 0,12% atau Rp 1.000 ditetapkan pada Rp 829.000/gram, dari posisi Sabtu lalu yakni Rp 828.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Sepekan dan Semester I

Emas Antam dalam sepekan terakhir, Sabtu (27 Juni-4 Juli) ternyata mampu memberikan gain atau keuntungan hingga Rp 18.000/gram. Pada Sabtu pekan sebelumnya (27/7), harga emas Antam Rp 854.120/gram, sementara Sabtu pekan lalu (4/7) harganya Rp 872.120/gram.

Kenaikan harga emas Antam sepekan ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah kasus terinfeksi virus corona secara global yang mencapai lebih dari 11 juta orang, memicu kekhawatiran ekonomi dunia masuk jurang resesi sehingga meningkatkan aset-aset aman seperti emas.

Kenaikan harga emas Antam seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot sepekan kemarin yang juga naik sebesar US$ 4,17 atau 0,24% ke level US$ 1.774,79/oz pada penutupan dini hari tadi dari US$ 1.770,62/oz pada penutupan perdagangan Jumat lalu (26/6/2020), mengacu data Refinitiv.

Pada periode semester I, emas dunia sempat mengalami aksi jual masif di bulan Maret hingga menjadi negatif secara year-to-date (YTD). Tetapi setelahnya, logam mulia ini kembali menanjak. Pada 30 Juni lalu, emas dunia berada di level US$ 1.780,66/troy ons, membukukan penguatan 17,38% sepanjang semester I.

Penguatan tersebut terbilang moncer, tetapi ternyata masih kalah cemerlang dibandingkan emas Antam. Harga emas Antam melesat 20,63% atau Rp 147.120/gram pada semester I.

Di akhir semester I-2020, harga emas Antam batangan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 86.012.000/batang atau Rp 860.120/gram.

Harga emas Antam pernah mencapai level di atas Rp 900.000/gram, tepatnya Rp 903.000/gram pada Senin (13/4/2020) untuk harga acuan 100 gram, kendati langsung turun keesokan harinya (Selasa, 14/4) di level Rp 899.000/gram. Pada 14 April itu, khusus harga emas Antam 1 gram juga tembus Rp 948.000/gram.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan