Harga Emas Antam Turun 4,44%, “Sabar, Orang Sabar Bakal Cuan”

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan-Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali turun pada hari Rabu (26/8/2020), bahkan penurunannya cukup tajam. Harga emas dunia masih masih terus melemah menjadi pemicu kinerja negatif logam mulia di dalam negeri.

Melansir data dari situs logammulia.com, harga emas batangan dengan berat 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.011.000/batang, turun Rp 10.000 atau nyaris 1% dari harga kemarin.

Logam mulia ini mulai turun sejak Kamis pekan lalu, jika dibandingkan dengan harga pada hari Rabu (19/8/2020) Rp 1.058.000/batang, emas Antam sudah turun 4,44% dalam 1 pekan terakhir.

Sementara emas batangan dengan berat 100 gram hari ini dibanderol Rp 95.312.000/batang atau Rp 953.120/gram, juga turun Rp 10.000 dibandingkan kemarin.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa kemarin melemah 0,23% ke US$ 1.927,93/troy ons, menandai penurunan dalam 4 dari 5 hari perdagangan terakhir. Total selama periode tersebut emas dunia melemah 3,65%.

Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) yang terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa membuat daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) menjadi meredup, harganya pun terus menurun.

Melansir Kitco, beberapa analis menyebut emas kini masuk fase konsolidasi. Namun, analis-analis tersebut juga melihat fase konsolidasi ini merupakan koreksi sehat emas setelah terbang tinggi di tahun ini, dan bagus untuk outlook penguatan emas jangka panjang. Artinya menurut para analis, harga emas akan kembali naik setelah melewati fase konsolidasi, “orang sabar bakal cuan”.

Fase konsolidasi artinya emas akan bergerak naik turun dalam rentang harga tertentu dalam beberapa waktu lamanya.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank mengatakan dolar AS yang perlahan kembali menguat akan menjadi faktor penekan harga emas yang signifikan dalam jangka pendek.

“Kami melihat posisi jual (short) dolar AS ada di level ekstrim dan posisi tersebut saat ini mulai menurun. Hal itu membuat posisi bullish emas juga akan menurun dalam jangka pendek,” kata Hansen sebagaimana dilansir Kitco, Minggu (23/8/2020).

Hansen sendiri masih belum merubah proyeksinya, dalam jangka panjang emas akan mencapai US$ 4.000/troy ons.

Meski demikian koreksi tajam kemungkinan bisa terjadi. Analis dari TD Securities, Daniel Ghali, melihat koreksi harga emas akan mencapai 17% atau sekitar US$ 300, melihat momentum penguatan emas mulai memudar. Tetapi, Ghali menyatakan saat koreksi selesai, maka harga emas akan kembali melesat.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan