Harga Emas Loyo, Saham ANTM-MDKA dkk Ikutan Galau!

PT Equityworld Futures Medan- Saham emiten emas bergerak beragam pada awal perdagangan pagi ini, Selasa (27/7/2021). Pergerakan saham ini terjadi di tengah harga emas dunia cenderung bergerak turun sejak akhir pekan lalu.
Berikut pergerakan saham emiten emas, pukul 09.35 WIB:

Wilton Makmur Indonesia (SQMI), saham +2,87%, ke Rp 179, transaksi Rp 1 juta

Aneka Tambang (ANTM), +0,38%, ke Rp 2.640, transaksi Rp 59 M

Merdeka Copper Gold (MDKA), 0,00%, ke Rp 2.860, transaksi Rp 36 M

Bumi Resources Minerals (BRMS), 0,00%, ke Rp 96, transaksi Rp 5 M

J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), 0,00%, ke Rp 178, transaksi Rp 105 juta

United Tractors (UNTR), -0,37%, ke Rp 20.125, transaksi Rp 4 M

Archi Indonesia (ARCI), -1,41%, ke Rp 700, transaksi Rp 3 M.

Mengacu pada daftar di atas, dari 7 saham yang diamati, 2 saham menguat, 3 saham stagnan, dan 2 saham sisanya melemah.

Saham SQMI menguat dengan kenaikan 2,87%, tetapi baru mencatatkan transaksi senilai Rp 1 juta. Dalam sepekan saham ini masih ambles 9,18%, sementara dalam sebulan anjlok 38,62%.

Di posisi kedua ada saham emiten pelat merah ANTM, yang naik tipis 0,38% ke Rp 2.640/saham. Dengan ini, saham ANTM sudah menguat 4 hari beruntun. Kendati demikian, dalam seminggu saham ini masih minus 0,38%, sementara dalam sebulan melesat 17,41%.

Di tengah penguatan ini, asing tercatat ramai-ramai melego saham ANTM dengan nilai jual bersih (net sell) Rp 13,02 miliar, menjadi net sell tertinggi nomor tiga di bursa.

Mengenai kinerja keuangan, Antam mencatatkan laba bersih di kuartal I-2021 sebesar Rp 630,37 miliar. Laba bersih ini naik dari periode yang sama tahun lalu yang mana perusahaan mengalami kerugian bersih Rp 281,83 miliar.

Sementara, saham emiten yang dimiliki Grup Saratoga, MDKA, masih belum beranjak dari harga sebelumnya Rp 2.860/saham, setelah Senin lalu melorot 2,39%. Dalam seminggu saham ini turun 2,05%, begitu pula dalam sebulan melemah 0,35%.

MDKA mencatatkan kerugian bersih sebanyak US$ 4,98 juta atau setara dengan Rp 71,21 miliar (kurs 14.300) sepanjang kuartal pertama tahun 2021.

Sebelumnya, pada kuartal yang sama tahun 2020, MDKA masih mampu mencetak laba bersih hingga US$ 14,97 juta atau setara Rp 214,12 miliar.

Penurunan laba perusahaan salah satunya didorong oleh turunnya pendapatan perusahaan hingga 55,15% secara tahunan menjadi US$ 46,54 juta (Rp 665,64 miliar) dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 103,78 (Rp 1,48 triliun).

Adapun pada Selasa (27/7) pukul 07:13 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.796,37/troy ons. Turun tipis 0,05% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sejak akhir pekan lalu, harga emas cenderung bergerak turun. Harga sang logam mulia kini sudah di bawah US$ 1.800/troy ons.

Kegalauan investor terlihat di pasar. Satu momen yang tengah dinanti pelaku pasar adalah rapat bulanan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve/The Fed, yang hasilnya diumumkan pada Kamis dini hari waktu Indonesia.

Pelaku pasar memperkirakan Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega akan mempertahankan suku bunga acuan di 0-0,25%. Mengutip CME FedWatch, kemungkinannya mencapai 100%, tidak ada peluang ke arah lain.

Namun yang ditunggu oleh investor adalah nada (tone) dari The Fed, terutama soal arah kebijakan moneter ke depan. Jika tanda-tanda pengetatan kebijakan (tapering off) semakin terlihat, maka dolar AS akan diuntungkan tetapi harga emas melemah. Namun sebaliknya, jika Powell masih kalem dan menegaskan bahwa tapering off masih butuh waktu, maka dolar AS akan lesu dan harga emas bisa naik.

Harga emas dan dolar AS punya hubungan yang berbanding terbalik. Saat dolar AS menguat, maka harga emas akan melemah.

Ini karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS. Saat dolar AS terapresiasi, maka emas jadi mahal buat investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas akan turun, harga pun mengikuti.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan