Equityworld Futures Medan : Perdagangan bursa komoditas berjangka di hari Rabu(29/7), harga emas telah alami penurunan setelah ditutup melemah di sesi sebelumnya, sedangkan untuk perak berjangka telah diperdagangkan lebih tinggi pada pagi ini.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.02% di level $1.096.50 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Pada pagi ini, harga emas terlihat telah bergerak menyentuh level $1.094.40 untuk sesi terendah harian dan level $1.096.40 untuk sesi tertinggi harian.

Pada perak berjangka pengiriman September telah terpantau mencatat kenaikan sebesar 0.19% di level $14.670 per troy ounce. Pergerakan harga perak pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $14.640 untuk sesi terendah harian dan level $14.690 untuk sesi tertinggi harian.

Harga emas masih dibayangi tekanan untuk alami penurunan pada pagi ini, ketika terjadinya hambatan pertumbuhan inflasi harga rumah dan kepercayaan konsumen di wilayah Amerika. Pada sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Standard & Poor’s menyatakan bahwa inflasi harga rumah di 20 kota besar AS mengalami kenaikan sebesar 4.9%  di bulan Mei, dimana lebih rendah dari bulan sebelumnya dengan kenaikan sebesar 5.0%.

Sebuah laporan resmi lainnya yang dirilis oleh The Conference Board Inc. menyatakan bahwa kepercayaan konsumen AS mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 90.9 di bulan Juli dari 99.8 di bulan Juni.

Sementara itu, perhatian para pelaku pasar pada hari ini tengah tertuju kepada hasil pertemuan kebijakan dari The Fed pada Kamis dini hari nanti. Spekulasi bahwa kenaikan suku bunga oleh The Fed hingga saat ini telah menghantui para pelaku pasar selama periode kuartal tiga tahun 2015.

Jatuh tempo terhadap kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed bisa dipastikan akan terjadi pada tahun ini, atau selambat – lambatnya pada bulan Desember nanti. Hal ini telah dipertegas oleh komentar dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengatakan bahwa bank sentral kini tengah berada di jalur untuk menaikan suku bunga mereka, namun kenaikan suku bunga tersebut sangat bergantung terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Apabila pertumbuhan ekonomi AS sesuai dengan yang diharapkan oleh The Fed, maka para pembuat kebijakan dapat mulai melakukan langkah pengetatan kebijakan tersebut. Aditya Arief