Harga Emas Tak Gerak, ‘Terinfeksi’ Virus Corona?

Harga Emas Tak Gerak, 'Terinfeksi' Virus Corona?PT Equityworld Futures -Harga emas dunia mengalami pelemahan tipis pada perdagangan pagi ini kala virus corona yang mematikan masih mengintai dan membuat pasar cemas.

Data Refinitiv mencatat harga emas pada Jumat (24/1/2020) pukul 09.15 WIB berada di posisi US$ 1.561,78 /troy ons. Harga emas terkoreksi tipis cenderung flat 0,08% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin.

The New York Times melaporkan bahwa saat ini jumlah kasus yang tercatat terinfeksi virus yang masih satu golongan dengan penyebab SARS itu sudah mencapai 830 orang. Ada 200 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Selain penyebaran yang sangat pesat, virus mematikan ini juga telah merenggut 25 orang. Namun organisasi kesehatan dunia (WHO) belum mendeklarasikan kondisi darurat global. WHO dikabarkan masih akan terus meninjau perkembangan dari kasus ini hingga sepuluh hari ke depan. Bagaimanapun juga dunia masih waspada, pasar cemas dibuatnya.

Hal yang ditakutkan adalah ketika virus ini terus menyebar dengan cepat, maka bukan tak mungkin ekonomi juga lesu diserangnya. Penyebaran virus membuat aktivitas ekonomi jelas terganggu. Produktivitas menurun, sektor transportasi dan pariwisata juga menjadi lesu. Dampaknya merembet kemana-mana.

Saat ini Pemerintah China sedang berupaya melakukan pencegahan agar virus ini tak menyebar ke mana-mana. Kota Wuhan tempat paling banyak kasus ditemukan untuk sementara diisolasi. Akses transportasi dibatasi dan setiap warganya dihimbau untuk tak bepergian jika tak ada hal yang sangat mendesak.

Tak hanya di Wuhan saja, dua kota lain di Provinsi Hubei yang berdekatan dengan Wuhan juga membatasi akses transportasinya. Mengutip surat kabar elektronik lokal Xinhuanet, kota Enzhou sudah menunda keberangkatan kereta pada 11.20 waktu setempat hingga ada pengumuman lebih lanjut.

Nasib sama juga dialami oleh transportasi umum lain seperti bus dan kapal feri yang juga ditunda keberangkatannya sejak pukul 04.00 waktu setempat. Hal yang sama juga dilakukan di kota Huanggang. Langkah ini dilakukan agar virus ini tak terus menyebar.

AFP melaporkan, virus ini juga sudah menyebar ke negara-negara lain walau jumlah kasusnya tak sebanyak di China. Kasus akibat virus corona juga ditemukan di Jepang, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, hingga Amerika Serikat. Dari semua kasus yang dilaporkan banyak yang mendapat kasus tersebut setelah kembali dari Wuhan.

Kemarin bank sentral Eropa (ECB) mengumumkan kebijakan moneternya. ECB memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Main deposit masih tetap di -0,5%, lending facility tetap di 0,25% dan refinancing operation rate tetap di 0%. Namun hal ini tak banyak membuat harga emas bergerak.

Harga emas cenderung flat walau situasi mendukung. Sentimen lain yang jadi pemberat harga emas adalah penguatan dolar AS. Hal ini tercermin dari indeks dolar (mengukur dolar AS di hadapan enam mata uang negara lain) yang terus menguat. Kala dolar menguat harga emas yang dibanderol dalam mata uang itu jadi lebih mahal untuk pemegang mata uang lain. Harga emas memang sudah mahal jadi tak dapat naik banyak. Sepanjang tahun 2019 saja harga emas sudah naik 18%.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT. Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan