Equityworld Futures Medan – Cina yang merupakan proudusen dan konsumen terbesar emas, memangkas pembelian bullion nya pada bulan Juli seiring harga melonjaknya harga ke level tertinggi sejak 2014 setelah voting brexit yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa.

People™s Bank of China menambah kepemilikan emasnya sebesar 170.000 ons menjadi 58,79 juta ons, atau sekitar 1.829 metrik ton, data bank sentral menunjukkan. Itu merupakan penambahan terkecil sejak negeri tirai bambu ini mengungkapkan pembelian bulanan untuk logam kuning sekitar satu tahun yang lalu, kecuali pada bulan Mei dimana mereka tidak melakukan pembelian bullion. Negara ini tahun lalu mengumumkan bahwa simpanan emas mereka telah melonjak 57 persen sejak 2009.

Emas naik ke level $1.375,34 per ons pada 11 Juli silam, yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari dua tahun seiring investor berjuang menghadapi gejolak imbas Brexit dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan telah meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga AS tahun ini yang mana hal itu akan memberikan dampak negatif untuk bullion seiring ketidakmampuannya dalam membayar bunga.

Meskipun Cina memiliki simpanan terbesar kelima jika dibandingkan negara lainnya, kepemilikan Cina hanya menutupi 2,3 persen dari total cadangan, dibandingkan dengan 76 persen di AS dan 70 persen di Jerman, menurut World Gold Council.

Negara ini akan terus melakukan diversifikasi cadangan mata uang asing karena persentase yang dipegang emas sangat kecil, tetapi mereka juga akan memantau prospek untuk dolar, suku bunga dan harga emas, Helen Lau, seorang analis di Argonaut Securities Asia Ltd , di Hong Kong, mengatakan melalui telepon dan e-mail hari Senin. (sdm)

 

Sumber: Bloomberg