Equity World Medan – Kondisi mata uang Garuda masih cenderung melemah pada pekan ini. Tercatat pada Kamis (26/10/2017), kurs spot rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) turun tipis 0,07 persen menjadi Rp 13.587.

Sedang kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) naik tipis 0,07 persen menjadi Rp 13.560.

“Pelemahan rupiah bisa berlanjut ke pekan depan,” ujar Research & Analyst Valbury Asia Futures Lukman Leong, kemarin.

Pengamat Ekonomi & Foreign Exchange Trader Bank Jateng Nandi Wardhana mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena selama Senin-Rabu kemarin terjadi net outflow di pasar obligasi sebesar Rp 1,51 triliun.

Selain itu, sentimen positif bagi dollar AS masih cukup kuat.

Menurut dia, pergerakan rupiah ke depan akan dipengaruhi rilis produk domestik bruto (PDB) AS pada Jumat (27/10/2017).

Selain itu, pada pekan depan notulensi rapat FOMC akan dirilis. Di awal November, AS juga akan merilis data non-farm payrolls.

Lukman meramalkan, hingga akhir tahun, rupiah berpotensi melemah hingga mencapai level Rp 14.000 per dollar AS.

Sementara pada hari ini (27/10/2017), Nandi memprediksi rupiah melemah dan bergerak di kisaran Rp 13.550-Rp 13.625 per dollar AS.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan