Equityworld Futures – Konstruksi rumah baru di AS secara tak terduga turun pada bulan September menyusul anjloknya angka untuk perumahan multifamily sementara izin pembangunan naik lebih dari perkiraan, menandakan kenaikan yang tidak stabil pada perumahan real estate.

Konstruksi rumah baru jatuh 9 persen menjadi 1,05 juta untuk tingkat tahunan, yang merupakan tingkat terendah sejak Maret 2015, laporan Departemen Perdagangan menunjukkan hari Rabu di Washington. Perkiraan median ekonom yang disurvei Bloomberg menyerukan kenaikan sebesar 1,18 juta. Izin, proxy untuk pembangunan masa depan, melompat 6,3 persen ke laju tercepat sejak November.

Pertumbuhan upah yang lebih cepat dan akses yang lebih luas terhadap kredit akan meningkatkan penjualan dan mendorong homebuilders untuk membangun lebih banyak rumah, sementara kekurangan pekerja dapat menahan konstruksi di beberapa daerah. Pada saat yang sama, perekrutan yang kuat dan harga hipotek yang berada di dekat tingkat terendah secara historis menunjukkan bahwa pemulihan perumahan akan terus berlanjut meskipun bervolatilitas secara bulanan.

“Konstruksi rumah baru tampaknya dalam pola bertahan,” Jacob Oubina, ekonom senior AS di RBC Capital Markets LLC di New York, sebelum laporan tersebut. “Tapi saya tidak berpikir pemulihan pada perumahan itu sendiri akan terhenti.”

Pengerjaan pada rumah multi-family, seperti townhouse dan bangunan apartemen, turun 38 persen untuk tingkat tahunan menjadi 264.000. Data pada proyek-proyek ini, yang telah menopang pembangunan rumah dalam beberapa tahun terakhir, bisa bersifat volatile.

Perkiraan total angka pada housing starts dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom berkisar di angka 1.1 juta-1.2 juta. Untuk bulan sebelumnya, angka telah direvisi menjadi 1,15 juta dari 1,14 juta.

Izin pembangunan naik menjadi 1,23 juta untuk tingkat tahunan. Indeks itu diproyeksikan naik 1,17 juta setelah kenaikan 1,15 juta bulan sebelumnya, menurut survei tersebut.

Pembangunan rumah keluarga tunggal naik 8,1 persen menjadi 783,000, yang merupakan terbesar sejak Februari setelah mendapatkan 724.000 pada bulan sebelumnya. (sdm)

Sumber: Bloomberg