Equityworld Futures Medan : Pasar saham Indonesia masih belum bisa lepas dari tekanan jual, meskipun saham di Amerika Serikat (AS) mampu menguat. Pagi ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 19 poin atau 0,37 persen ke 5.223.

IHSG dibuka dengan 74 saham menguat, 42 saham melemah dan 62 saham stagnan. Membuka perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp287 miliar dari 147 juta lembar saham diperdagangkan.

Senior analis LBP Enterprise, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan bahwa pasar masih cenderung menguat terbatas, karena saham di AS menguat dan saham di diskon sudah cukup besar.

“Jadi pasar akan melihat penurunan ini sudah terlalu dalam. Karenanya, IHSG akan menguat terbatas, dengan harapan FOMC memberikan dampak positif,” kata dia dalam acara Power Breakfast di MNC Channel, Selasa (28/5/2015).

Indeks LQ45 turun 5,3 poin atau 0,58 persen menjadi 903, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 4,2 poin atau 0,6 persen menjadi 696, indeks IDX30 turun 2,9 poin atau 0,63 persen menjadi 466, dan indeks MNC36 turun 1,3 poin atau 0,4 persen menjadi 284.

Sektor-sektor penggerak IHSG mayoritas menurun. Sementara sektor, perkebunan, industri dasar, aneka industri dan properti menguat.

Di Asia, indeks Nikkei 225 naik 75 poin ke 20.058, indeks Hang Seng turun 147 poin ke 28.295, dan indeks Straits Times turun 0,32 persen ke 3.483.

Adapun saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) naik Rp100 menjadi Rp5.500, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp175 ke Rp53.400 dan saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik Rp175 ke Rp8.600.

Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT United Tractor Tbk (UNTR) turun Rp625 menjadi Rp21.875, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp425 menjadi Rp44.075 dan saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) turun Rp250 menjadi Rp6.425.

(mrt)